Teknologi Digital Dorong Terwujudnya Startup US$ 10 Miliar pada 2020

Menteri Kominfo Rudiantara (tengah) saat membuka Pameran NXT, Communic, dan Broadcast 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Era teknologi digital tak terelakkan lagi. Penggunaan teknologi digital terbukti mampu membuat kehidupan manusia lebih mudah dan mendorong bisnis tumbuh lebih cepat. Pemerintah pun terus mendorong penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Saya harap teknologi digital dapat mendorong perkembangan ekonomi digital. Pada 2020 ditargetkan ada 1.000 startup lokal dengan nilai mencapai US$9-10 miliar,” kata Rudiantara saat membuka pameran teknologi digital pertama di Indonesia, NXT Indonesia 2018 yang digelar bersamaan dengan Communic Indonesia dan Broadcast Indonesia di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Sebuah riset dari IDC memprediksi, setidaknya 40% dari PDB Indonesia akan didigitalkan pada tahun 2021, dengan pertumbuhan di setiap industri yang digerakkan oleh platform yang didigitalisasi. Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam membangun ekosistem digital, khususnya setelah pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional 1,000 Startup untuk mengembangkan 1,000 start-up teknologi lokal di Indonesia, yang diprediksi bernilai total US$ 10 miliar di tahun 2020.

Hari Santosa Sungkar, deputi infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia menceritakan betapa teknologi digital dapat membantu bisnis tumbuh lebih cepat. “Di Purworejo, ada fashion designer bernama Kurnia. Dia belajar fashion sendiri, belajar bisnis sendiri. Tidak sempat sekolah fashion atau bisnis. Tapi dengan teknologi digital, produk fashionnya bisa dijual hingga ke luar negeri. Pendapatan Kurnia mencapai Rp200 juta per bulan, lebih besar dari gaji saya,” kata Hari Santosa.

Kurnia adalah satu dari sedikit pengusaha UMKM yang mau dan berhasil memanfaatkan teknologi digital untuk bisnisnya.

Namun sayangnya, “Dengan penetrasi internet sebesar 55% dari populasi penduduk Indonesia, sayangnya hanya 9% UMKM yang memanfaatkan teknologi digital untuk bisnisnya. Bahkan ada 36% yang belum sama sekali menggunakan teknologi digital, padahal peluang ekonominya sangat besar bila dimanfaatkan,” kata Muhammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUKM Menko Perekonomian.

Rudy mengungkapkan, di bisnis ritel, seperti diungkapkan McKinsey, teknologi digital dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis ritel 8 kali lipat dalam lima tahun ke depan dengan nilai US$8 miliar pada 2015 menjadi US$65 miliar pada 2022. “Begitu pula pada bisnis fintech (finance technology), tumbuh 78% berkat penggunaan teknologi digital, nomor dua setelah bisnis ecommerce,” ungkap Rudy.

Pameran NXT 2018 Pameran menghadirkan lebih dari 100 eksibitor dari 18 negara, serta lebih dari 5 ribu pengunjung dan berlangsung hingga 26 Oktober 2018. Selama pameran, peserta juga akan dimanjakan dengan berbagai pembicara di Indonesia Digital Economy Summit 2018, yang menghadirkan para profesional dari sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Nama-nama besar seperti Alita Praya Mitra, Telkom, dan XL Axiata hadir sebagai eksibitor, menampilkan berbagai ide baru dan tren terkini dalam industri penyiaran, hiburan, media, dan TIK. Eksibitor yang tampil juga akan menghadirkan teknologi terkait jaringan dan operator internet, aplikasi seluler dan penyedia konten, cloud dan big data, keamanan cyber, serta integrator satelit dan sistem.

Indonesia Digital Economy Summit 2018 menghadirkan berbagai tokoh penting dalam industri teknologi. Mereka berbagi keahilan bagaimana membangun ekosistem digital yang berkelanjutan untuk inovasi bisnis. Pembicara dan panelis terdiri dari direktur eksekutif dari berbagai perusahaan start-up dan teknologi terkemuka, seperti Alibaba Cloud, Facebook, HOOQ, Intel Corporation, McAfee, PundiX, Qvest Media, Telkomtelstra, Tokopedia, dan lainnya. Para pembicara terkemuka ini berbagi pengetahuan tentang transformasi digital dan kiat menghadapi kompleksitas dalam IoT, yang membawa bisnis Anda semakin terdepan di tengah era digital yang kian kompetitif.

Pembicara utama dari Havas Group Indonesia dan Samsung Electronics Indonesia juga akan memaparkan bagaimana memonetisasi platform digital untuk dapat bersaing di era industri 4.0, sehingga setiap peserta dapat memperkaya dirinya dengan keterampilan digital baru, untuk mendorong inovasi di dalam bisnis. “Untuk membangun ekosistem start-up yang kuat, Anda perlu membangun hubungan yang solid dengan berbagai mitra dari seluruh dunia. Manfaatnya bisa dirasakan langsung, yakni semakin banyaknya mitra dan investasi yang diterima oleh perusahaan Anda,” ujar Ben Wong, Managing Director Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara pameran.

Dibutuhkan pondasi TIK yang kuat untuk menjalin hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti ini. Karenanya, kami ciptakan sebuah komunitas untuk menjawab kebutuhan tersebut. "Di era digital yang terus berkembang ini, Anda perlu menuangkan pikiran dan platform yang inovatif, sehingga straregi bisnis Anda pun bisa berjalan dengan sukses," ungkap Kristiono, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia. (sd)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Teknologi Digital Dorong Terwujudnya Startup US$ 10 Miliar pada 2020. Please share...!

Back To Top