Tingkatkan Literasi Asuransi Generasi Milenial melalui Insurance Goes to Campus

Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna, Ketua Panitia Insurace Day 2018 Yanti Parapat, Deputi Komisioner Pengawas IKNB 2 OJK Moch Ichsanudin, saat konferensi pers kegiatan Hari Asuransi 2018 


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Insurance Day (Hari Asuransi) yang diperingati setiap tanggal 18 Oktober sudah memasuki perayaan yang ke-13 di Indonesia. Salah satu kegiatan yang menjadi unggulan dalam rangkaian kegiatan ini adalah 'Insurance Goes to Campus' (IGTC), program sosialisasi dan edukasi mengenai asuransi kepada kalangan mahasiswa. Selain mengenalkan tentang asuransi, melalui program tersebut juga dikenalkan profesi-profesi yang terkait dengan industri asuransi. Salah satu yang menjadi perhatian industri saat ini adalah generasi Y atau milenial. Selain faktor interaksi yang kuat dengan teknologi, generasi ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai angka 30,1% dari populasi penduduk Indonesia. Artinya, dalam rentang beberapa tahun ke depan generasi ini akan menjadi penerus roda kehidupan keluarga dan merupakan pasar asuransi yang potensial.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan, ada beberapa hal terkait IGTC. Pertama, IGTC pada dasarnya adalah program untuk literasi kepada masyarakat khususnya generasi milenial. Mahasiswa yang saat ini ada di kampus pada saatnya nanti akan menjadi salah satu pembeli produk asuransi. Hal kedua, mahasiswa tersebut juga akan menjadi pegawai di perusahaan asuransi, mudah-mudahan satu saat nanti menjadi pengambil keputusan di perusahaan asuransi.

“Harapannya dengan IGTC kita bisa membentuk lebih banyak lagi generasi milenial untuk mengerti bagaimana berkarier di industri asuransi, apa itu asuransi, dan produk-produk asuransi, dsb,” ujarnya. Kendati demikian, Dadang menyebut belum ada kaitan secara langsung terhadap rekrutmen tenaga ahli asuransi melalui kegiatan tersebut.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang asuransi seperti aktuaris, industri sudah melakukan kerja sama secara khusus lewat beberapa projek dengan perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya melalui beasiswa. Begitupun, DAI, lanjut Dadang, sudah memiliki kerja sama dengan kampus yang secara khusus menyiapkan tenaga ahli di bidang asuransi seperti STMA Trisakti, STIMRA. Di sisi lain, program-program magang yang ditawarkan industri pun dapat menyerap kebutuhan tenaga ahli di asuransi.

Ketua Panitia Insurance Day 2018, Yanti Parapat menuturkan, rangkaian perayaan Hari Asuransi tahun ini mengambil tema Mari Berasuransi dengan tagline cerdas, sejahtera, mandiri. Dengan tiga kata tersebut diharapkan rangkaian kegiatan Hari Asuransi 2018 bisa mencerdaskan masyarakat dalam pengelolaan keuangan, menyejahterakan masyarakat dengan perlindungan asuransi, dan mandiri secara finansial. Puncak kegiatan Hari Asuransi akan dilaksanakan di Bandung pada 16-18 November, dengan menggelar sebuah festival dalam bentuk kegiatan exhibition, CSR, dan funwalk dimana masyarakat umum bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.

Penetrasi asuransi yang masih rendah merupakan tantangan tersendiri bagi industri asuransi, karenanya dengan terus menyelenggarakan kegiatan Hari Asuransi setiap tahun diharapkan mampu meningkatkan angka literasi dan inklusi asuransi. Berdasarkan catatan OJK, angka literasi dan inklusi asuransi masyarakat Indonesia berada di angka 15,76% dan 12,08%.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II Moch Ichsanuddin mengatakan, industri asuransi harus mencontoh keberhasilan perbankan dalam memasyarakatkan produk perbankan. Ia menggambarkan bagaimana pada dulu kampanye menabung berhasil ditanamkan pada para pelajar melalui Tabanas, sehingga anak-anak yang memiliki buku Tabanas tersebut memiliki kebanggaan karena punya tabungan. Saat ini, kata Ichsanuddin, perbankan kembali memasyarakatkan gemar menabung tersebut melalui produk yang bernama Simpel (simpanan pelajar). Produk ini cukup gencar ditawarkan ke sekolah-sekolah dan pondok-pondok pesantren.

“Ini cukup mengakumulasi inklusi di sektor perbankan begitu pesat, dan itu menambah semangat para pelajar utuk menabung. Dan yang lebih penting itu cost of fund yang sangat murah bagi jaringan perbankan yang berada di pelosok-pelosok. Asuransi bisa mencontoh program tersebut,” tuturnya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tingkatkan Literasi Asuransi Generasi Milenial melalui Insurance Goes to Campus. Please share...!

Back To Top