Ajinomoto Proyeksikan Pertumbuhan 5-10% 2019

Direktur Operasional Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo di sela acara Media Gathering di Pabrik Mojokerto, Kamis (29/11/2018)


MOJOKERTO (IndonesiaTerkini.com)- PT Ajinomoto Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 5-10% pada 2019. Direktur Operasional Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo mengatakan pasar bumbu masak tahun ini memang mengalami perlambatan hingga berdampak pada perlambatan produksi. Namun, dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan perseroan tahun ini masih tumbuh 3-5%.

“Tahun depan, meskipun kondisinya masih berat dan juga itu akan dialami industri lain, kami memproyeksikan pertumbuhan 5-10%,” kata Yudho di Pabrik Mojokerto, Kamis (29/11/2018).

Menurut Yudho, berbagai strategi telah disiapkan untuk mengejar pertumbuhan 5-10% tersebut. Di antaranya adalah menggenjot pasar ekspor untuk produk bumbu masak ke negara-negara yang berpenduduk muslim, terutama di Timur Tengah seperti Pakistan, Saudi Arabia dan lainnya menjadi sasaran utama bagi pengembangan pasar ekspor ke depan. “Kita akan tingkatkan pasar ekspor di Middle East terutama untuk produk bumbu masak,” ujar Yudho.

Yudha mengatakan selama ini kontribusi pasar ekspor terhadap total produksi mencapai 30-40%, sedangkan sisanya disumbang pasar domestik. Besarnya kontribusi itu menunjukkan selama ini konsentrasi memang lebih banyak di pasar domestik. “Dan untuk mengembangkan pasar domestik dan ekspor ini, kita akan terus kembangkan produk-produk baru lainnya di samping bumbu masak,” ungkap Yudho.

Saat ini, pengembangan pabrik untuk memproduksi produk-produk makanan lainnya sedang disiapkan dan pengembangan pabrik itu hanya bisa dilakukan di pabrik Kearawang seluas 16 hektar karena pabrik di Mojokerto seluas 36 hektar kini sudah penuh. Utilitas pabrik di Karawang di kisaran 70-80%juga lebih rendah dibandingkan pabrik di Mojokerto yang kini telah mencapai 90-100%. “Kita akan tingkatkan produksi roti frozen yang sekarang masih kecil, di samping kita kembangkan produk-produk baru lainnya,” terang Yudho.

Yudho juga menyebut meskipun berkembangnya isu miring terkait pemanfaatan Monosodium Glutamate (MSG) di masyarakat tidak mengganggu produksi produk penyedap rasanya, edukasi kepada masyarakat tentang informasi MSC yang tepat akan terus dilakukan.

Direktur Ajinomoto Sales Indonesia, Tri Mulyo Indianto menambahkan, salah satu produk yang akan dikembangkan adalah produk kopi yang dulu sebetulnya pernah dijajakinya, namun produk yang dijual waktu itu diimpor dari Thailand. “Kami akan memproduksi kopi sendiri, yaitu kopi siap minum. Potensinya sangat besar dan akan diujicoba,” katanya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ajinomoto Proyeksikan Pertumbuhan 5-10% 2019. Please share...!

Back To Top