Kemperin Revitalisasi Sentra Kerajinan Tanggulangin

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kempern), Gati Wibawaningsih didampingi penyanyi Inul Daratista, Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah dan Rektor ITS usai membuka Pasar Kreatif Tanggulangi di Desa Kadensari, Sidoarjo, Jumat (2/11/2018)


SIDOARJO (IndonesiaTerkini.com)- Pemerintah akan mengangkat kembali (rebranding) ketenaran atau kejayaan nama sentra kerajinan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) melalui program revitalisasi.

Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemperin), Gati Wibawaningsih mengatakan, Tanggulangin dikenal sebagai sentra kerajinan sudah sejak lama. Ketenaran atau kejayaannya diakui secara luas di seluruh Indonesia. Bahkan, saking tenarnya namanya, orang mengenal Sidoarjo dari nama Tanggulangin itu. Tetapi, sejak bencana lumpur Lapindo nama Tanggulangin dikonotasikan negatif karena identik dengan lumpur seiring meredupnya kekajayan sentra kerajinan itu.

"Kita tak ingin nama Tanggulangin negatif tetapi ingin menjadikan namanya positif. Jadi kita mau angkat lagi nama dan kejayaan Tanggulangin ini, kita mau rebrand, mengulang lagi kejayaannya itu,” katanya di sela acara pembukaan Pasar Kreatif Tanggulangi dan Penyerahan Pengharagaan dari Museum Rekor Indonesia untuk pembuatan Mural Single Line Art terbanyak dan serentak di Desa Kadensari, Sidoarjo, Jumat (2/11/2018).

Gati menyatakan, revitalisasi sentra kerajinan Tanggulangi perlu dilakukan mengingat potensi ekspornya yang sangat besar. Dibandingkan periode sama tahun 2017 lalu, tahun 2018 ekspor kulit dan produk berbahan kulit mengalami kenaikan sekitar 4 persen. "Kalau kita medekati total ekspor industri, paling tidak sampai akhir tahun ini ekspor produk dari Tanggulangin kita targetkan 5 persen," ujarnya.

Gati menegaskan, program pemerintah apapun akan berjalan baik bila ada dukungan dari pemerintah daerah. Program revitalisasi sentra Tanggulangi mencerminkan kolaborasi dukungan antara pemerintah pusat dan daerah tersebut. "Karena itu, kami memulai program revitalasi ini dari Jatim ini. Kami menjadikan Tanggulangin sebagai pilot project untuk daerah-daerah lain karena produk kulit ini juga ada di Garut dan Padang,” katanya.

Gati menambahkan, terkait program rebranding Tanggulangin ini saat ini sedang dilakukan penataan kembali kawasan itu termasuk pembangunan jalan raya dan jalan untuk pejalan kaki. Seiring dengan selesainya penataan kawasan itu pada 2019 nanti, industri kerajinannya bergairah lagi dan kontribusinya terhadap total produksi nasional juga akan meningkat. "Kita harapkan kontribusi Tanggulangin ini naik 5 persen dibandingkan tahun lalu," tandasnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kemperin Revitalisasi Sentra Kerajinan Tanggulangin. Please share...!

Back To Top