PLN Ujicoba NB-IoT Smart Meter Pertama di Asteng

PLN Disjaya menggandeng Telkomsel untuk implementasi teknologi  narrow band Internet of Things (NB-IoT) pada sistem  smart meter di jaringan listrik, yang disebut sebagai  AMI


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan Listrik Negara (PLN) Disjaya menggandeng Telkomsel untuk implementasi teknologi  narrow band Internet of Things (NB-IoT) pada sistem  smart meter di jaringan listrik, yang disebut sebagai  Advanced Meter Infrastructure (AMI).  Implementasi teknologi NB-IoT ini merupakan komersialisasi NB-IoT AMI pertama di Asia Tenggara.

Vice President Corporate Account Management Telkomsel, Primadi K Putra, mengatakan, Telkomsel terus mengembangkan penerapan IoT secara konsisten guna meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia. "Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia yaitu ‘Making Indonesia 4.0’dalam rangka memasuki era Industry 4.0, di mana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia,” tambah Primadi.

Salah satu wujud pengembangan implementasi NB-IoT adalah pada sistem metering di PLN. Implementasi ini merupakan salah satu use case yang dapat menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata dan signifikan di berbagai sisi kehidupan masyarakat. “Teknologi NB-IoT AMI merupakan bagian dari tahap modernisasi gardu PLN dan alat meter yang digunakan oleh pelanggan segmen korparat/enterprise, dimana penggunaanya dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas PLN, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan PLN kepada pelanggannya,” kata Primadi.

Senior Manager Distribusi PLN UID Jakarta Raya, Faisol menambahkan, penerapan teknologi smart meter adalah keniscayaan. Menurutnya penandatangan ini pas sekali mengingat belum lama dari Hari Listrik Nasional pada 27 Oktober yang mencanangkan Elektricity 4.0.  “PLN tidak mau ketinggalan dalam digitalisasi elektricity. Seluruh peralatan listrik terhubung semua, karena ini terkait dengan kualotas layanan,” katanya.

Faisol menjelaskan, sebenarnya digitalisasi electricity sudah diiimplementasikan PLN di 23 ribu pelanggan besar atau korporat, tapi masih 3G “Jika secara hitungan lebih visible dengan NB-IoT, akan dipertimbangkan setelah trial ini akan dilanjutkan lebih luas, terutama di pelanggan B2B. Belum ke pelanggan rumahan,” ungkapnya. Untuk biaya pemasangan, ia menegaskan secara regulasi tidak boleh dibebankan ke pelanggan. “Tapi kami juga ada regulasi harus ganti meteran secara reguler. Maka akan dibidik pelanggan-pelanggan yang butuh saja. Kami percaya dengan teknologi banyak memberikan manfaat bagi pelanggan seperti pembacaan meter yang lebih akurat. Juga bagi PLN untuk dapat mengidentifikasi gangguan lebih cepat tanpa harus menunggu aduan dari pelanggan,” tuturnya.

Teknologi NB-IoT AMI menguntungkan pelanggan PLN dengan pembacaan meter yang dilakukan secara nirkabel dan real-time, dan PLN pun bisa mengontrol status dan mengumpulkan informasi langsung dari meter dengan data terkini.  Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga bisa mengurangi potensi fraud/kecurangan di meter pelanggan dan memberikan akurasi tagihan yang lebih tepat.

Sebelum mengimplementasikan teknologi NB-IoT pada sistem smart metering PLN, pada Maret 2018 Telkomsel telah melakukan implementasi teknologi NB-IoT pertama di Indonesia, melalui konsep bike sharing di Universitas Indonesia.  Teknologi yang diterapkan pada ekosistem sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok tersebut adalah teknologi bike sharing generasi keempat plus (4+) yang merupakan penyempurnaan dari sistem bike sharing generasi keempat. Teknologi ini merevolusi sistem bike sharing manual generasi sebelumnya.

NB-IoT merupakan teknologi telekomunikasi terbaru yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin semakin masif dengan coverage jaringan telekomunikasi yang semakin luas hingga dua kali dari jangkauan GSM. Teknologi ini mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif untuk solusi dan aplikasi berbasis IoT pada waktu yang bersamaan.

Berdasarkan data dari GSMA (3GPP), 1 BTS NB-IoTbisa menghubungkan hingga 300.000 perangkat terkoneksi (connected device). Di sisi lain, teknologi ini juga membuat penggunaan daya pada perangkat pengguna lebih hemat.  Teknologi radio akses NB-IoT, yang merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan optimalisasi daya sehinggaperangkat beroperasi hingga 10 tahun tanpa pengisian daya ulang baterai.

Inovasi teknologi akses NB-IoT AMI merupakan bagian dari pengembangan platform IoT Smart Connectivity Telkomsel yang sudah hadir terlebih dahulu dengan 2G/3G/4G. AMI merupakan bagian dari Smart Grid yang berfungsi sebagai “last mile” atau akses pelanggan dimana semua perangkat dan alat terhubung secara online dengan server terpusat.  Komponen AMI terdiri dari sistem smart meter, sistem komunikasi dan sistem aplikasi pada server. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading PLN Ujicoba NB-IoT Smart Meter Pertama di Asteng. Please share...!

Back To Top