Kresna Insurance Bidik Pertumbuhan Premi 13% di 2019

Direktur PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (Kresna Insurance) Pepe Arinata (kiri) saat paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (20/12/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (Kresna Insurance), perusahaan asuransi umum pada tahun 2019 menargetkan premi bruto tumbuh 12-13 persen menjadi sekitar Rp 367 miliar - Rp 377 miliar dibandingkan proyeksi akhir tahun 2018 berkisar Rp 328 miliar- Rp 334 miliar.

"Secara industri, pertumbuhan asuransi umum 2019 diprediksi 10-11 persen. Kresna menargetkan tumbuh 2 digit, sedikit lebih tinggi dari industri sekitar 12-13 persen," kata Direktur PT Asuransi Kresna Mitra Tbk Pepe Arinata usai paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Sementara untuk akhir tahun 2018 Pepe menjelaskan, perseroan menargetkan premi bruto tumbuh 3-5 persen dibandingkan akhir tahun 2017. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2017, emiten berkode ASMI ini mencatatkan pendapatan premi bruto Rp 319,89 miliar, atau naik 7,57 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 297,37 miliar.

Pepe mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perseroan tetap mengandalkan penjualan melalui broker/pialang, leasing (multifinance), agen, perbankan dan direct business. "Ke depan direct business akan ditingkatkan kontribusinya menjadi 20 persen dari saat ini 12 persen. Direct business perannya semakin kecil karena ada agen dan pialang," kata Pepe.

Pepe mengatakan, perseroan juga tengah mengembangkan distribusi channel lewat ecommerce. Di pipeline ada 15 kerja sama di 2019. Jadi produk kita dijual melalui digital. Hingga September 2018, PT Asuransi Kresna Mitra Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 72,29 miliar, naik 140,7 persen dibanding Rp 30,03 miliar. Pertumbuhan banyak dari investasi. Dari premi memang tumbuh tidak banyak tapi secara kualitas itu meningkatkan hasil usaha. "Kontribusi pendapatan premi masih ditopang produk asuransi harta benda atau properti. Bisnis didominasi harta benda sekitar 40 persen, kendaraan 36 persen, marine 14 persen, dan sisanya lain-lain. Dari sisi ketahanan modal, risk based capital (RBC) Kresna Insurance, lanjutnya, ada di level 469,43 persen. RBC perseroan jauh di atas ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan modal minimum berbasis ririko Perusahaan asuransi di level 120 persen," tutupnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kresna Insurance Bidik Pertumbuhan Premi 13% di 2019. Please share...!

Back To Top