Pertamina Drilling Incar Pendapatan Tumbuh 15%

Pekerja memeriksa pipa PT Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (29/10/2018)


LANGKAT (IndonesiaTerkini.com)- PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) pada tahun 2019 membidik pendapatan tumbuh 15 persen menjadi US$ 272,4 juta dibandingkan pendapatan akhir tahun 2018 sebesar US$ 237 juta. Sejalan dengan itu, laba bersih anak usaha Pertamina di bidang jasa pengeboran migas ini akan meningkat menjadi US$ 20,9 juta.

"Kami targetkan revenue 2019 tumbuh sekitar 10 atau 15 persen," kata Direktur Utama PT Pertamina Drilling Service Indonesia, Budi Pangaribuan di sela tajak sumur di Langkat, Sumatera Utara, Minggu (30/12/2018).

Sementara untuk laba bersih tahun 2019 Budi berharap naik mencapai US$ 20,9 juta dari proyeksi tahun 2018 sekitar US$ 19-20 juta. Laba 2019 sekitar 7,7 persen dari target pendapatan 2019. Sebagai gambaran, pendapatan 2018 sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 yang ditetapkan sebesar US$ 237 juta. Adapun laba bersih 2018 di atas RKAP US$ 12,9 juta. Selain itu, naik dari realisasi laba 2017 sebesar US$ 18 juta.

Sejalan target kinerja keuangan Budi mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2019 sebesar US$ 140 juta, atau melonjak dari tahun 2018 sebesar US$ 70 juta. Capex 2019, terdiri dari US$ 100 juta untuk pengembangan bisnis seperti pembelian alat baru dan US$ 40 juta untuk nonequipment (alat produksi). "Capex naik karena peluang banyak, apalagi dengan adanya wilayah kerja baru, disamping ada sejumlah replacement alat," kata dia.

Capex akan digunakan untuk pembelian alat baru mulai bor dengan daya 550 horse power (HP) senilai US$ 5 juta hingga berdaya 1.500-2500 HP yang dibanderol US$ 20 juta. "Kami punya 41 rig yang beroperasional di darat, atau nomor 1 di Indonesia," kata Budi.

Budi mengungkapkan, konsumen PDSI sekitar 90 persen dari Pertamina group mulai PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi hingga PT Pertamina Geothermal Energi. Sementara sisanya antara lain Medco, Chevron, hingga Repsol. Dari total Pertamina Group, sekitar 65 persen dikontribusikan dari Pertamina EP. "Selama ini PDSI menggarap proyek pengeboran migas di dalam negeri yang berada di darat (onshore). Meski demikian, perseroan siap menggarap peluang proyek di luar negeri dan lepas pantai (offshore)," tutupnya. (pr)
Labels: Migas

Thanks for reading Pertamina Drilling Incar Pendapatan Tumbuh 15%. Please share...!

Back To Top