Asabri Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pensiunan

(Ki-Ka) Direktur SDM dan Umum Herman Hidayat, Komisaris Syafizal Ahiar, Direktur Utama Sonny Widjaja, Komisaris I Nengah Kastika, Direktur Hari Setianto, dan Direktur Operasional Aritmatika, saat peluncuran logo baru ASABRI di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/2/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Asabri (Persero) terus mendorong kesejahteraan bagi para pesertanya untuk menabung tambahan (top up) dalam bentuk reksadana bernama Bahana Berimbang Asabri Sejahtera (BBAS).

"Diharapkan peserta mau menabung tambahan (top up) Rp 100.000 per bulan, sehingga saat pensiun nanti peserta mempunyai tambahan uang pensiun," kata Direktur Investasi dan Keuangan Asabri, Hari Setianto, Sabtu (5/1/2019).

Menurut Hari, jika peserta baru kemudian menabung tambahan Rp 100.000 per bulan, maka sekitar 30 tahun lagi, pada akhir masa dinasnya, yang bersangkutan diproyeksikan dapat mencairkan tambahan tabungan sekitar Rp 200 juta. "Angka ini adalah sekitar empat kali lebih besar dari nilai tunai santunan dari Program Tabungan Hari Tua (THT) yang menjadi program konvensional Asabri," ujarnya.

Sebagai insentif agar peserta mau menabung tambahan dalam reksadana Bahana Berimbang Asabri Sejahtera (BBAS) ini, maka perseroan memberikan subsidi iuran pertama senilai Rp 100.000 per peserta. "Kami tidak mungkin memberikan subsidi tersebut kepada seluruh peserta sekaligus. Untuk itu, subsidi diberikan bertahap, dengan anggaran Rp 2,5 miliar atau untuk 25.000 peserta per tahun," urainya.

Adapun sistem yang diberikan adalah siapa cepat, dia yang dapat. Jika alokasi subsidi tersebut habis dalam satu tahun, maka peserta yang belum dapat subsidi bisa mengajukan untuk ikut reksadana ini tahun berikutnya.

Hari menambahkan program reksadana tambahan ini dilatar belakangi keprihatinan perseroan terhadap kondisi umum pensiunan di Indonesia yang tidak memiliki bekal yang cukup untuk memasuki masa pensiun. Untuk menopang biaya hidup setelah pensiun, sebagian besar pensiunan harus bekerja kembali, ikut hidup dengan anak, dan lebih dari 50% mengajukan utang kepada bank atau lembaga keuangan. "Asabri melihat, salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah karena mereka kurang menabung pada saat aktif bekerja," terangnya. Dijelaskan, rasio iuran pensiun di Indonesia adalah yang terendah, jika dibandingkan dengan negara mana pun di dunia.

"Melalui reksadana BBAS dan subsidi dari Asabri, maka perseroan ingin membantu agar terhindar dari masalah-masalah tersebut dan bisa memasuki masa pensiun dengan lebih tenang dan percaya diri," tuturnya. Reksadana BBAS, menurut Hari, mengajari disiplin menabung dengan filosofi investasi don’t save what is left after spending, but spend what is left after saving.

Paradigma para peserta saat ini adalah dari gaji bulanan yang ada langsung dibelanjakan, baru sisanya (kalau ada) ditabung. Dengan BBAS mereka diminta untuk membalik paradigma, yakni dari gaji bulanan disisihkan dulu untuk nabung, baru sisanya dibelanjakan. "Belajar disiplin menyisihkan Rp 100.000 per bulan tentunya tidak berat, tetapi hasilnya pada saat pensiun sangat dapat diandalkan," tegasnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Asabri Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pensiunan. Please share...!

Back To Top