BPS: Desember 2018, Inflasi Jatim 0,60 Persen

(Kanan) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, Rabu (2/1/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Desember 2018, Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi sebesar 0,60 persen, yaitu dari 133,01 pada bulan November 2018 menjadi 133,81 pada bulan Desember 2018. Inflasi Jatim pada Desember 2018 lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,62 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan, inflasi Desember 2018 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2017, dimana pada bulan Desember 2017 mengalami inflasi sebesar 0,71 persen. “Apabila dilihat trend musiman setiap bulan Desember selama sepuluh tahun terakhir (2009-2018), seluruhnya terjadi inflasi.

"Inflasi bulan Desember ini biasanya dipicu oleh naiknya beberapa harga kebutuhan pokok menjelang hari natal dan tahun baru. Selain itu, periode libur sekolah juga turut mendorong terjadinya inflasi, khususnya pada sub kelompok transportasi. Bulan Desember 2014 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 2,38 persen. Sedangkan inflasi terendah pada bulan Desember 2009," ujarnya, Rabu (2/1/2019).

Menurutnya, penghitungan angka inflasi di 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim selama Desember 2018, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo sebesar yaitu mencapai 0,72 persen, diikuti Malang dan Surabaya 0,65 persen, Banyuwangi 0,55 persen, Sumenep 0,51 persen, Jember 0,49 persen, Kediri 0,29 persen, dan Madiun sebesar 0,25 persen. "Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 1,91 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok Sandang sebesar 0,10 persen," lanjutnya.

Ditambahkannya, Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jatim bulan Desember 2018 ialah telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah bawang putih, emas perhiasan, dan salak.

"Laju inflasi tahun kalender Jatim di bulan Desember 2018 mencapai 2,86 persen, angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender di Bulan Desember 2017 sebesar 4,04 persen.  Kelompok komoditas inti mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,83 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,06 persen," tutupnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading BPS: Desember 2018, Inflasi Jatim 0,60 Persen. Please share...!

Back To Top