Bulan K3 2019, PJB Kembali Menggelar Berbagai Lomba

Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2019, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kembali menggelar berbagai Lomba K3 dan kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan lebih, mulai 14 Januari 2019 hingga 18 Februari 2019 dengan melibatkan anak perusahaan dan seluruh unit PJB yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2019, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kembali menggelar berbagai Lomba K3 dan kegiatan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan lebih, mulai 14 Januari 2019 hingga 18 Februari 2019 dengan melibatkan anak perusahaan dan seluruh unit PJB yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Adapun jenis lomba yang digelar meliputi:
  • Lomba Penggunaan APAR antara General Manager (GM) Unit dan Senior Leader.
  • Lomba Fire & Rescue dengan tantangan confined space dan vertical rescue.
  • Lomba Simulasi Tanggap Darurat dengan tantangan pemadaman kebakaran di hazardous area (coal handling, gas station).
  • Lomba Implementasi 5S.
  • Lomba Media Kreatif dengan tema Keterbukaan Komunikasi K3 atau Human Performance K3.
  • Lomba Safety Creative Campaign melalui kampanye video di media sosial.
  • Lomba Ide Kreatif Safety.
  • Lomba Index Cleaness Coal Handling Facility.
Pembukaan peringatan Bulan K3 tahun 2019 di PT PJB Unit Pembangkitan Paiton pada hari Senin, 14 januari 2019 dilakukan oleh Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara. Dalam sambutannya, Iwan Agung menekankan bahwa “Peringatan Bulan K3 merupakan kegiatan rutin yang kita selenggarakan setiap tahun, dalam upaya membudayakan K3 dalam setiap aktivitas, sekaligus mendukung program pemerintah mewujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020.”

Adapun tema nasional yang diangkat tahun ini yakni “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional.” Budaya K3 diyakini mampu menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional. Sementara PJB mengambil sub tema, “Dengan Semangat Bulan K3 Nasional Mewujudkan PT PJB Menuju Perusahaan Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Nasional”. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3, serta kesiapsiagaan seluruh insan PT PJB dalam mengendalikan, mencegah dan menghadapi setiap risiko kegiatan perusahaan yang berdampak terhadap K3.

Menurut Iwan Agung, K3 merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan dan menjadi hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai kepada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Oleh karena itu dalam kondisi apapun K3 wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan standar baik nasional maupun internasional.

Menyadari hal itu, PJB secara terus menerus melakukan upaya peningkatan K3 melalui berbagai pendekatan, baik secara teknis dan kesisteman, serta menjadikan K3 sebagai budaya. Diantaranya, mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3)di semua unit, Permit To Work (PTW) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Terpadu ELLIPSE dan MAXIMO, aplikasi zero accident assistant (IZAT), peningkatan kompetensi SDM, dan sebagainya. Berbagai penghargaan di bidang K3 pun berhasil diperoleh, termasuk delapan Sertifikat Emas SMK3 dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dan Zero Accident Award. Sertifikat Emas SMK3 diberikan kepada Unit Pembangkitan (UP Paiton), UP Cirata, UP Muara Tawar, Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Unit Bisnis Jasa Operation and Maintenance (UBJOM)Paiton, UBJOM Indramayu, UBJOM Arun, dan UBJOM Tenayan. Bahkan UBJOM Indramayu ditetapkan sebagai percontohan dalam hal K3 dan Lingkungan (K3L) di lingkungan PT PLN (Persero).

Kendati demikian, Iwan Agung mengingatkan kepada seluruh insan PJB untuk tidak lengah, karena kelengahan bisa berakibat fatal. Sesuai dengan kaidah K3, sesuatu yang kelihatan sangat sepele, apabila diabaikan bisa menimbulkan petaka besar yang sangat merugikan perusahaan dan berujung pada penyesalan.

“Kami berharap penerapan K3 tidak hanya dilakukan ditempat kerja, tapi secara otomatis tanpa kita sadari sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Karena pada hakekatnya masalah K3 bukan sekedar pemenuhan terhadap ketentuan perundangan, melainkan sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan sesama manusia. K3 juga bukan sekedar program yang dijalankan perusahaan, tetapi sebagi cerminan dari budaya dalam organisasi. Semoga insan PJB dapat menjadi pelopor budaya K3, baik di lingkungan kerja, maupun di tengah-tengah masyarakat. “Jangan meninggalkan kebiasaan aman di tempat kerja, bawa ia ke rumah,” tambah Iwan Agung. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Bulan K3 2019, PJB Kembali Menggelar Berbagai Lomba. Please share...!

Back To Top