Diskon Tarif Pacu Peningkatan LHR Trans Jawa

Direktur Utama PT Jasamarga Gempol Pasuruan, Rahardjo, Pgs GM Jasamarga Surabaya Gempol, Bagus Cahya AB, Direktur Teknik PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri, Mulia Setiawan saat pemaparan rencana penerapatan tarif dan diskon di tiga ruas Trans Jawa di Jatim di Surabaya, Sabtu (19/1/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Penerapan tarif dan diskon sebesar 15 persen per tanggal 21 Januari 2018 diharapkan dapat meningkatkan LHR (lalu lintas harian rata-rata) di tiga ruas tol Trans Jawa di Jawa Timur (Jatim).

Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) General Manager Jasamarga Cabang Surabaya Gempol, Bagus Cahya AB, mengatakan, tiga ruas tol di Jatim yang menjadi bagian jaringan Jalan Tol Trans Jawa adalah jalan tol Relokasi Porong-Gempol segmen Porong-Kejapanan pada Jalan Tol Surabaya-Gempol, Jalan Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan segmen Pasuruan-Grati.

"Pemberlakuan tarif baru menyusul beroperasinya secara penuh sejumlah seksi atau segmen pada tiga ruas tol tersebut," kata Bagus di Surabaya, Sabtu (19/1/2019).

Bagus menjelaskan, berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), besaran tarif golongan 1 jarak terjauh untuk masing-masing ruas-ruas tersebut bervariasi. Diantaranya, ruas tol Relokasi Porong-Gempol pada Jalan Tol Surabaya Gempol sebesar Rp 9.000 yang terdiri dari Seksi Porong-Kejapanan Rp 6.000 dan Seksi Kejapanan-Gempol Rp 3.000, Jalan Tol Ngawi-Kertosono sebesar Rp 88.000 (Klitik-Kertosono) dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan sebesar Rp 36.000 (Gempol JC-Grati). "Besaran tarif di ketiga ruas tol tersebut efektif berlaku mulai 21 Januari 2019 pukul 00.00 WIB. Ketiga ruas jalan tol tersebut dioperasikan dengan sistem transaksi tertutup," terangnya.

Bersamaan dengan pemberlakuan tarif itu, kata Bagus, diskon tarif 15 persen selama dua bulan ke depan atau sampai 20 Maret 2019, juga diberikan oleh BUJT kepada pengguna jalan tol jarak terjauh dalam satu cluster, yakni di cluster II, cluster III, dan cluster IV (barrier to barrier). "Dengan kata lain, diskon tarif 15 persen untuk setiap cluster akan bergantung pada masuk dan keluar gerbang tol (GT). Untuk cluster II, diskon 15 persen hanya berlaku bagi pengguna jalan yang masuk di GT Palimanan dan keluar di GT Kali Kangkung, serta sebaliknya," jelasnya.

Sementara pada cluster III, diskon 15 persen hanya berlaku bagi pengguna jalan yang masuk di GT Banyumanik dan keluar di GT Warugunung, serta sebaliknya. Terakhir, diskon tarif 15 persen pada cluster IV hanya berlaku bagi pengguna jalan yang masuk di GT Kejapanan Utama dan keluar di GT Grati, serta sebaliknya. "Untuk pengguna jalan yang masuk dan keluar selain dari dan menuju GT itu, maka diskon tarif 15 persen tidak berlaku. Selain itu, diskon tarif tol juga berlaku bagi pengguna jalan dengan saldo uang elektronik yang cukup. "Kalau saldo uang elektroniknya kurang atau tidak dapat dibacakan, maka diskon juga tidak berlaku," tandasnya.

Direktur Teknik PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri, Mulia Setiawan mengatakan, diskon 15 persen kepada pengguna jalan tol dengan jarak terjauh diyakini akan mendorong konektivitas antar satu daerah dengan daerah lainnya. Diskon ini juga akan meningkatkan lalulintas di jalan tol. Sejak tersambungnya tol Trans Jawa di perbatasan Jateng dan Jatim melalui pembukaan segmen Wilangan-Kertosono di ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono pada Desember lalu, LHR di ruas jalan tol Ngawi Kertosono meningkat dari sebelumnya 10.000 kendaraan menjadi 11.800 kendaraan. "Dengan penerapan tarif dan diskon 15 persen ini, diharapkan LHR akan meningkat lagi," ujarnya.

Sementara, Direktur Utama PT Jasamarga Gempol Pasuruan, Rahardjo, menyatakan hal senada. Menurutnya, dibukanya segmen Pasuruan-Grati juga telah meningkatkan LHR di ruas Jalan Tol Gempol-Pasuruan dari sebelumnya rata-rata 13.000 kendaraan menjadi 17.000 kendaraan. "LHR itu memang sebelum tarif baru nanti, biasanya akan turun, ya di kisaran 14.000 dan akan normal atau stabil lagi 3 bulan kemudian," katanya.

Rahardjo menambahkan, setelah dua bulan nanti, tarif tol Trans Jawa tersebut akan dievaluasi. "Untuk saat ini, LHR di ruas tol yang baru diresmikan kita katakan belum cukup dewasa, karena pengguna biasanya masih ingin mencoba," tambahnya.

Namun, kata Rahardjo, ketika semua ruas jalan tol di Jatim sudah terkoneksi dan terjadi kelancaran, LHR dengan sendirinya akan meningkat. "Peningkatan LHR di ruas tol Trans Jawa ini tentunya juga akan mengurangi beban arteri distribusi barang serta mengurangi kemacetan di jalan umum dan gambaran itu sudah mulai terlihat saat dibukannya ruas tol Grati-Pasuruan," pungkasnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Diskon Tarif Pacu Peningkatan LHR Trans Jawa. Please share...!

Back To Top