Jafra Optimistis dengan Pemasaran Direct Selling

Belinda Koh, Managing Director Jafra Cosmetics Indonesia dan Christina Tang, Sales and Marketing Director


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Industri kosmetik dan beautycare cukup unik. Pasalnya, sasaran pelanggannya, yakni wanita, punya kecenderungan untuk memengaruhi satu sama lain. Hal ini dianggap Jafra sebagai peluang dalam menggencarkan promosi produknya. Buktinya, sejak masuk ke Indonesia tahun 2013, Jafra Cosmetics melakukan promosi dan distribusi dengan sistem membership. Seperti pemain sejenis, Oriflame, Jafra juga memberdayakan para wanita untuk menjadi agen distribusi mereka.

Christina Tang, Sales and Marketing Director Jafra Cosmetics Indonesia menjelaskan, model bisnis kami adalah direct selling, yakni cara markting di mana orang-orang membicarakan soal produk kami dari mulut ke mulut. Ini memungkinkan kami untuk memotong middle man.

"Ada banyak uang yang biasanya dikeluarkan untuk beriklan. Yang dilakukannya adalah memotong middle man ini, menekan biaya untuk beriklan. Pihaknya mengalokasikan biaya untuk product testing. Orang yang mencoba produk akan memberikan feedback langsung pada Jafra, kemudian menyampaikan informasi tersebut ke teman-teman mereka. Kami juga punya kompensasi untuk orang yang mau menjadi agen kami tersebut,” ungkapnya pada acara peluncurkan Jafra Royal Revitalize di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Menurut Christina, metode ini cocok diterapkan di Indonesia, di mana masyarakatnya terkoneksi secara sosial, juga lewat sosial media. Oleh sebab itu, informasi mengenai produk Jafra tidak hanya berhenti di pulau Jawa, tapi pulau-pulau lain di Indonesia. Saat ini, Jafra Indonesia berhasil menggaet 200 ribu member untuk memasarkan produk dan telah berkontribusi sebesar 30 persen terhadap penjualan Jafra di seluruh dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia negara dengan kontribusi tertinggi ketiga. Salah satu keunggulan yang ditawarkan Jafra adalah varian produknya yang dapat menyasar segala usia.

Belinda Koh, Managing Director Jafra Cosmetics Indonesia menambahkan, personalisasi juga penting bagi konsumen. Pihaknya berusaha memanfaatkan hal ini dengan menghadirkan pula varian produk beragam kondisi kulit. Di luar itu, Jafra juga menyesuaikan produk dengan kondisi hormonal pelanggan.

Adapun strategi Jafra tahun 2019 adalah meluncurkan kembali merek Jafra sebagai brand dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Kami juga ingin memperkenalkan bahwa Jafra adalah royal jelly. Masyarakat mengenal royal jelly hanya sebagai madu, tapi ke depan kami harap orang-orang menyadari bahwa royal jelly dapat memenguhi kecantikan melalui sains. Ke depan, Jafra sedang dalam proses mendapatkan sertifikat halal untuk produk-produknya. “Hal ini penting bagi masyarakat Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim yang besar,” tutupnya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Jafra Optimistis dengan Pemasaran Direct Selling. Please share...!

Back To Top