Pelindo III Pangkas Tarif Peti Kemas Domestik

(Ki-Ka) Direktur Keuangan Pelindo 4 Yon Irawan, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 4 Riman S. Duyo, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Wakil Ketua DPP INSA Darmansyah Tanamas, dan Ketua DPP ALFI/ILFA Yuki Nugraha Hanafi, berbincang usai pertemuan antara Pelindo III dan pengguna jasa kepelabuhanan di Surabaya, Senin (14/1/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Pelindo III memangkas tarif handling peti kemas menjadi sebesar 65 dari tarif normal (paket handing peti kemas domestik) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan kata lain, setiap boks peti kemas transhipment akan mendapatkan diskon sebesar 35 persen dari tarif paket normal bongkar atau muat peti kemas domestik baik di terminal bongkar maupun di terminal muat.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, mengatakan, pemangkasan tarif handling peti kemas tersebut diharapkan akan memberi dampak positif bagi penurunan biaya logistik di pelabuhan serta merangsang pertumbuhan volume peti kemas antar pulau di Indonesia.

"Harapan kami apa yang kami lakukan ini tentu akan memiliki dampak. Saya pastikan logistic cost akan turun minimal 20 persen dan pertumbuhan (volume) 30 persen hingga 40 persen dalam satu dua tahun kedepan," kata Doso di Surabaya, Senin (14/1/2019).

Doso mencontohkan tarif bongkat muat petikemas 20 feet yang tadinya sebesar Rp 1.456.000 per feet sekarang menjadi Rp 946.000. "Artinya, pemangkasan tarif ini akan merangsang peningkatan volume peti kemas," tandasnya.

Doso tak menampik bila pemangkasan tarif peti kemas ini akan berdampak pada penurunan pendapatan peti kemas domestik yang saat ini kontribusinya sekitar 10 persen terhadap total pendapatan. Namun, pihaknya tak khawatir dengan penurunan pendapatan tersebut. "Kita ini BUMN, yang tidak melulu berpikir profit karena kita ini juga agen pembangunan. Untuk itu, kita juga melakukan pengembangan lainnya. Yang penting apa yang kita lakukan ini bisa mendorong pertumbuhan perdagangan domestik dan perdagangan ekspor karena ada penurunan biaya logistik, apalagi dengan diterapkannya single billing yang bisa mempercepat layanan bongkat muat peti kemas,” ungkapnya.

Menurut Doso, peti kemas transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak berasal dari wilayah Sumatera, Jakarta, dan sekitarnya. Ada juga dari Kalimantan yang selanjutnya akan diangkut ke berbagai wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, dan sebaliknya. "Dengan meningkatnya arus peti kemas transhipment domestik, Pelabuhan Tanjung Perak semakin mengukuhkan posisinya sebagai penghubung wilayah Indonesia bagian barat dan timur, dengan didukung sekitar 72 rute pelayaran peti kemas domestik,” tambah Doso.

Berdasarkan data Pelindo III, selama tiga tahun terakhir arus peti kemas transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan tren positif. Pada tahun 2016 arus peti kemas transhipment tercatat 33.374 boks, tahun 2017 tumbuh menjadi 35.131 boks dan di tahun 2018 mencapai 36.980 boks.

Ketua DPC Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA), Stenven Lesawengen, menyambut baik langkah penerapan tarif transhipment peti kemas domestik antarterminal sebesar 65 persen dari tarif normal handling peti kemas yang diberlakukan di wilayah Pelindo III. "Kami rasa positif sekali. Ini hal baik yang dilakukan di tahun baru 2019 (diskon tarif paket handling peti kemas sebesar 35 persen per boks peti kemas di terminal bongkar maupun di terminal muat) dapat mereduksi biaya logistik yang ditanggung oleh pengguna jasa (perusahaan pelayaran)," ujarnya.

Steven mengatakan, Kawasan Timur Indonesia (KTI) sedang digenjot pembangunannya oleh Pemerintah, maka volume kargonya luar biasa. Sehingga pemberian diskon tarif paket handling peti kemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak merupakan langkah tepat. Alasannya, Tanjung Perak merupakan loading port atau pelabuhan muat bagi banyak kargo ke arah KTI.

Pihaknya juga berharap agar ke depan akan lebih banyak lagi terobosan dalam rangka penurunan biaya logistik dan peningkatan arus pertumbuhan barang (peti kemas). (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pelindo III Pangkas Tarif Peti Kemas Domestik. Please share...!

Back To Top