Sharp Indonesia Tambah Investasi Produksi Mesin Cuci 'Top Loading'

Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), Andry Adi Utomo, sedang menjelaskan strategi bisnis tahun 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sharp Indonesia menambah investasi untuk memproduksi mesin cuci top loading (bukaan atas) untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Juni 2019 akan diproduksi mesin cuci satu tabung bukaan atas,” kata Senior GM Penjualan Nasional PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan selama ini produk mesin cuci satu tabung bukaan atas (top loading) memiliki peminat yang cukup besar di Indonesia, namun masih diimpor dari Thailand. Untuk meningkatkan daya saing, Sharp menambah produksi mesin cuci yang semula hanya mesin cuci dua tabung (twin tube) dengan kapasitas produksi 2,5 juta unit per tahun, dengan mesin cuci top loading satu tabung dengan kapasita produksi 20.000 unit per bulan. "Rencananya akan ditingkatkan lagi hingga 50.000 unit mesin cuci top loading’sehingga nanti komposisi domestik dan ekspor bisa 50:50,” kata Andry.

Adapun negara tujuan ekspor produk tersebut adalah negara-negara berkembang, seperti negara-negara di Afrika, kawasan ASEAN, Bangladesh, dan Fiji.

Sayangnya, Andry tidak bersedia menyebut angka investasi tambahan produk mesin cuci top loading tersebut. Namun ia mengatakan potensi pasar Indonesia yang besar dengan tingkat kepemilikan barang elektronik yang masih rendah menjadi daya tarik investasi. "Sharp Indonesia sangat optimis mampu meraih pertumbuhan penjualan elektronik tahun ini sebesar 15 persen,” katanya.

Tahun lalu, kata dia, Sharp Indonesia mampu tumbuh 18 persen, di atas rata-rata pertumbuhan penjualan elektronik nasional yang hanya 3-5 persen dengan nilai sekitar Rp32 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Sharp Indonesia tidak hanya menggenjot produksi dan penjualan mesin cuci, lemari es, televisi LED, dan pengatur suhu dalam ruang (AC) tapi juga masuk ke pasar small appliances, dan teknologi informasi, seperti notebook, smartphone, dan produk solusi. “Tahun 2019 kami targetkan menguasai 25-27 persen pangsa pasar penjualan elektronik di Indonesia,” kata Andry yang optimistis pemilihan presiden dan pemilu legislatif tidak akan mempengaruhi penjualan elektronik. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Sharp Indonesia Tambah Investasi Produksi Mesin Cuci 'Top Loading'. Please share...!

Back To Top