Tak Kunjung Disahkan, WITT Minta Dukungan Walikota Surabaya Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok

WITT desak revisi UU Kawasan Tanpa Rokok


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) berencana meminta dukungan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bila revisi Perda No 28 yang mengatur Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tak kunjung disahkan.

Menurut Ketua WITT Jatim, Arie Soeripan, saat ini sudah semakin banyak remaja putri yang terang-terangan merokok tanpa canggung di area publik. "Produsen rokok juga semakin aktif menggarap anak-anak dan remaja dengan berbagai cara," ujarnya, Selasa (29/1/2019).

Dia kemudian menyebutkan tentang konser musik untuk anak-anak muda yang setiap lembar tiket masuknya diberi bonus sebungkus rokok. Produsen rokok juga paling aktif memberi sponsor untuk kegiatan anak-anak muda.

Sebaliknya para remaja yang masih labil itu tidak menyadari komposisi rokok yang di dalamnya mengandung zat adiktif  yang menjadikannya memiliki ketergantungan pada rokok. "Mereka santai saja menikmati rokok yang sebetulnya mengandung 4000 bahan kimia," kata dia.

Dukungan pengesahan revisi Perda juga muncul dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Surabaya. "Kami prihatin, di beberapa sarana kefarmasian di Surabaya, masih ada saja puntung rokok dan orang yang merokok," ujar Ketua IAI Surabaya, Liza Pristianty.

Revisi Perda sangat diperlukan karena  dianggap kurang mengakomodasi kondisi yang ada di masyarakat. Perda 28, dinilai masih memberi celah kepada perokok untuk merokok di tempat umum. "Perokok aktif dan pasif telah memicu tingginya kasus prevalensi penderita nasofaring. Seharusnya, sarana kefarmasian seperti apotek, kamar obat, rumah sakit, dan klinik, benar-benar bebas dari asap rokok," katanya.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jatim, Sri Adiningsih, perjuangan membebaskan anak dari perokok memang bukan hal yang mudah. "Bahkan di lapangan, kami sering berbenturan dengan LSM yang pro rokok," ujarnya.

Dia mengingatkan kebiasaan merokok juga telah mempengaruhi tumbuh kembang anak. Berbagai hasil study menyebutkan bahwa belanja rokok telah menggeser kebutuhan makanan bergizi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita. (dri)
Labels: indonesiaterkini.com, kawasan tanpa rokok, perda, walikota surabaya, witt

Thanks for reading Tak Kunjung Disahkan, WITT Minta Dukungan Walikota Surabaya Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok. Please share...!

Back To Top