Disnakertrans Jatim Dorong Digitalisasi Pelaporan K3

Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo, Praktisi K3 Nasional Soehatman Ramli, Pakar Internet, Ivan Lanin dan Senior Manager Pelayanan SDM dan HSSE Pelindo III, Edi Priyanto pada seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertema 'Strategi Performa K3 di Era Masyarakat Digital' di Surabaya, Selasa (12/2/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendorong perusahaan memanfaatkan era trasformasi digital dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pasalnya, digitalisasi akan memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam melakukan pengawasan K3 untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo, mengatakan dalam konteks penerapan teknologi digital, pihaknya telah mendorong perusahaan untuk wajib lapor tentang pelaksanaan K3 yang bisa dilakukan secara online disamping secara manual. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah perusahaan yang melaporkan pelaksanaan K3. Saat ini dari 44.000 perusahaan di Jatim, baru 30 persen atau 12.000 perusahaan yang mendaftarkan diri ke Disnakertrans di Jatim.

"Dengan upaya yang kita lakukan ini, jumlah perusahaan yang mendaftarkan diri meningkat 100 persen menjadi 24.000 perusahaan," kata Himawan di sela Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bertema 'Strategi Performa K3 di Era Masyarakat Digital' di Surabaya, Selasa (12/2/2019).

Himawan menyatakan, dalam penerapan K3, perusahaan tidak lagi dipandang sebagai perusahaan besar, sedang atau kecil, tetapi bagaimana perusahaan itu peduli menerapkan K3. Hal tercermin dari perusahaan yang sekarang melaporkan penerapan K3 di lingkungan perusahaannya. "Terhadap mereka yang sudah mendaftarkan diri Disnaker akan melalukan fungsi pengawasan terhadap kegiatan perusahaan. Dari situ kita bisa memilah mana perusahaan yang beresiko tinggi, disitulah kita bisa melakukan pengawasan tenaga kerja itu. Dari data yang terdaftar kita bisa memberikan ranking terhadap kepatuhan safety tadi," kata Himawan.

Himawan menambahkan, pihaknya mengapresiasi upaya Pelindo III yang akan menerapkan digitalisasi pelaporan keselamatan kerja atau e-safety. "Kami mendukung langkah Pelindo III dan tentunya ini akan menginspirasi perusahaan lain di Jatim," tandas Himawan.

Sementara itu, Senior Manager Pelayanan SDM dan HSSE Pelindo III, Edi Priyanto menyatakan, era digitalisasi membuat cara kerja menjadi lebih efisien karena perusahaan tidak perlu lagi keluar untuk melaporkan. "Dari sisi Pelindo III ada perkembangan yang sedang tren, yakni adanya digitalisasi pelaporan bisa menjadi lebih simple, selama ini kan masih enggan untuk datang dan belum tentu ketemu orangnya dan harus antri. Dengan sistem online seperti ini data cepat dihimpun," jelas Edi.

Dalam upaya mendukung digitalisasi tersebut, kata Edi, saat ini Pelindo III membuat inovasi digitalisasi e-safety dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas implementasi K3 di lingkungan korporasi terutama dari segi operasional.

Aplikasi berbasis android tersebut menjadi sarana komunikasi digital yang bertujuan untuk mempercepat pelaporan awal kecelakaan kerja, mengefektifkan tindak lanjut K3, mempermudah penerapan K3 dan monitoring serta sebagai sarana komunikasi HSSE terminal dan pelabuhan. "Penggunaaan aplikasi seperti e-safety sangat memberikan kemudahan dalam hal pelaporan, inspeksi, safety patrol, induksi dan informasi K3 lainnya karena memiliki kelebihan di antaranya kecepatan, real time, mudah di akses, simpel, efisien, dan respon cepat," tutupnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Disnakertrans Jatim Dorong Digitalisasi Pelaporan K3. Please share...!

Back To Top