Peran Bank BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono saat acara pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pada 9 Februari 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memasuki usia ke-69 tahun. Dalam usia tersebut, Bank BTN makin kokoh sebagai bank yang fokus terhadap pembiayaan perumahan.

Peran Bank BTN juga telah diakui banyak pihak dalam menyukseskan program sejuta rumah yang digagas pemerintah pada 2015 lalu. Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 26 November 2018 target program sejuta rumah telah menembus 1,1 juta unit. Adapun kontribusi Bank BTN dalam program sejuta rumah tahun lalu mencapai 757.000 unit. Pencapaian tersebut berhasil diraih Bank BTN dengan melakukan berbagai inovasi termasuk menggelar transformasi digital. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

Dari segi sumber pembiayaan, Bank BTN menggelar transformasi digital untuk meningkatkan penghimpunan DPK. Selain itu, perseroan juga terus proaktif menerbitkan obligasi, Negotiable Certificate of Deposit (NCD) dan melakukan sekuritisasi asset. Di sisi pasokan rumah, Bank BTN juga terus berperan meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai aksi dilakukan mulai dari pemberian pembiayaan pembebasan lahan, pembiayaan pembangunan perumahan, hingga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung untuk mencetak pengembang handal.

Bagaimana dengan tahun ini? Direktur Utama Bank BTN Maryono optimistis dengan target yang lebih besar lagi. Tidak tanggung-tanggung meski berada di tahun politik, Bank BTN menargetkan mampu berkontribusi terhadap program sejuta rumah sekitar 850.000 unit. "69 Tahun BTN yang jatuh pada Februari tahun ini akan menjadi moment penting karena sejak 2015 hingga 2018 total kredit yang kita salurkan dalam program sejuta rumah sudah mencapai lebih Rp.250 Triliun untuk mendukung lebih dari 2.500.000 unit rumah,” jelas Maryono.

Menurut dia, potensi pasar perumahan khususnya menengah ke bawah masih sangat tinggi. Untuk itu tidak heran jika Bank BTN terus merambah berbagai kalangan baik yang formal maupun informal agar bisa menyukseskan program sejuta rumah. Peluang yang juga tak kalah besar adalah kaum milenial untuk disasar dalam pembiayaan perumahan. "Potensi dan peluang pasar yang besar ini, membuat kami bersemangat untuk menjalankan peran yang lebih besar lagi dalam program sejuta rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut Maryono menuturkan, untuk mencapai target tahun ini, perseroan telah menetapkan beberapa strategi. Di antaranya memperkuat kontribusi pertumbuhan KPR Subsidi (SSB, FLPP, BP2BT dan TAPERA), meningkatkan pertumbuhan KPR Non Subsidi dengan skema KPR segmen MBR dan ASN, memperkuat peran BTN HFC dan mengembangkan inisiatif yang mendukung pengembangan bisnis developer hunian bersubsidi. Selain itu, BTN juga akan melakukan streamlined proses penyaluran KPR Subsidi, memperluas aliansi strategis dengan developer di luar pulau Jawa dan mengembangkan model bisnis untuk konsumen mass informal.

Maryono menuturkan, untuk mendukung capaian tersebut, perseroan akan mengimplementasikan struktur organisasi yang agile, dengan streamline peran Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang. Kemudian mempercepat proses bisnis (kredit dan pembukaan rekening dana) melalui Roll-Out inisiatif Business Process Improvement (BPI) dan meningkatkan produktivitas tenaga penjual di Kantor Cabang dan Outlet dengan mengimplementasikan inisiatif Branch Activity. "Sebagai integrator program pemerintah dalam mengurusi rumah rakyat, kami tetap menjadi pemeran utama dalam program sejuta rumah yang diinisiasi oleh Presiden RI Joko Widodo tersebut. Ini merupakan dukungan sekaligus komitmen perseroan terhadap program pemerintah,” kata Maryono.

Peran Bank BTN dalam menyukseskan program sejuta rumah telah diakui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski kontribusinya telah besar, namun Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mendorong Bank BTN agar menaikkan target penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) baik subsidi maupun non-subsidi. Hal ini dimaksudkan agar peran Bank BTN lebih besar lagi dalam membantu pemerintah mengurangi backlog perumahan yang mencapai sekitar 11 juta unit.

Gatot mengaku akan memberikan dukungan penuh terhadap Bank BTN agar bisa memperbesar kapasitasnya menjadi dua kali lipat atau tiga kali lipat. Rencana kita akan memberikan dukungan apapun untuk BTN. Masalah backlog perumahan yang ada harus kita tutup, backlog 11 juta unit tambah kebutuhan untuk generasi milenial 70 juta. Ini merupakan pangsa pasar yang luar biasa untuk BTN. "Agar kapasitas BTN bisa lebih besar lagi, maka BTN harus berlari kencang, sehingga tidak ketinggalan dengan yang lain. Untuk itu, Kementerian BUMN berencana meningkatkan ekuitas Bank BTN agar dapat berperan lebih besar dalam mendukung program pemerintah sejuta rumah sekaligus mengurangi backlog perumahan di Indonesia," tutupnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Peran Bank BTN Sukseskan Program Sejuta Rumah. Please share...!

Back To Top