Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Industri Pariwisata

Mochtar Riady (tengah) menjadi pembicara dalam "CEO Power Breakfast" yang diselenggarakan Siloam Hospitals di Jakarta, Rabu 27 Februari 2019. Pembicara lain dalam acara itu (kiri ke kanan): Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, dan CEO and Deputy of President Director Siloam Hospital Caroline Riady


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Teknologi digital memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan industri pariwisata. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pengaruhnya bahkan mencapai sekitar 70% terhadap pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.

"Digital itu pengaruhnya besar sekali. Pertumbuhan sektor pariwisata kita melaju pesat 22%, atau tiga kali lipat dari pertumbuhan dunia. Itu semua karena kita memaksimalkan penggunaan teknologi digital," kata Arief Yahya, di acara CEO Power Breakfast yang mengangkat tema "Building a Lasting Legacy in the Digital Economy Era", di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Melihat gaya hidup masyarakat di era ekonomi digital yang sudah berubah, Arief Yahya mengatakan Kementerian Pariswisata juga telah memfokuskan kegiatan promosinya pada platform berbasis digital. "Digital media itu efektivitasnya untuk promosi empat kali lipat dibandingkan dengan konvensional media. Makanya di Kementerian Pariwisata, kita menganggarkan 70% biaya promosi di digital media, sisanya baru ke yang konvensional. Tuntutannya memang seperti itu, mau tidak mau digital harus menjadi pilihan kalau kita tidak ingin kalah bersaing," tutur Arief.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, lanjut Arief, sebuah perusahaan juga bisa memiliki nilai valuasi yang tinggi. Ia mencontohkan Grab yang memiliki nilai valuasi hingga 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan perusahaan transportasi konvensional. Padahal, Grab tidak memiliki armada mobil seperti perusahaan transportasi konvensional. "Lima perusahaan terkaya di dunia pun saat ini berasal dari digital company, yaitu Apple, Google, Microsoft, Facebook, dan Amazon. Jadi memang digital itu sudah jadi keharusan," kata Arief.

Teknologi digital menurutnya juga sangat identik dengan kaum millenial. Karenanya, Kementerian Pariwisata saat ini banyak membuat program-program yang menyasar segmen tersebut. "Millenial itu sangat memengaruhi bisnis kita, termasuk untuk sektor pariwisata. Mereka adalah customer masa kini dan masa depan yang harus dilayani dengan baik. Di Kementerian Pariwisata, kami juga membuat banyak program dan iklan yang ditujukan untuk kaum millenial," tutur Arief. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Teknologi Digital Dorong Pertumbuhan Industri Pariwisata. Please share...!

Back To Top