Tren Pasar Industri Pengendalian Hama Mulai Bergeser

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Boyke Arie Pahlevi


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Boyke Arie Pahlevi, mengungkapkan, pasar pengndalian hama atau pest control di Indonesia masih cukup baik. Sebagai industri, pengendalian hama permukiman memiliki potensi pasar yang cukup besar.

Menurut Boyke, pasar pest control di Indonesia juga terus tumbuh dari tahun ke tahun, mengikuti perkembangan industri yang menggunakan jasa pengendalian hama seperti industri perhotelan, rumah sakit, restaurant, makanan dan minuman, gedung perkantoran dan lainnya.

"Namun, kami harus mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada dalam siklus bisnis, bukan hanya dilihat dari sisi industri secara konvensional dimana kami menyediakan jasa, tetapi juga harus diperhatikan kualitas SDM di tengah-tengah tren automisasi," ungkap Boyke, Jumat (1/2/2019).

ASPPHAMI bekerja sama dengan Media Artha Sentosa (MAS), menggelar pertemuan Outlook Bisnis Pest Control Indonesia Tahun 2019 untuk membahas perkembangan sektor pengendalian hama permukiman di dalam negeri, menyusul digalakkannya tren industri 4.0 di semua sektor usaha. Acara konferensi dan pameran internasional industri pengendalian hama ini, akan digelar 20-22 Agustus 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang. Pertemuan ini, akan dihadiri oleh 80 peserta, terdiri dari asosiasi terkait, pemimpin industri terkait, perwakilan dari perusahaan multinasional, media dan akademisi.

Lebih lanjut, Boyke mengatakan, saat ini tren pasar industri pengendalian hama sudah mulai bergeser. Penerapan teknologi baru begitu gencar dan berlangsung cepat. Sistem operasional bisnis juga telah berubah, dari konvensional menjadi modern. "Kami tentunya berharap, sumber daya manusia (SDM) industri pengendalian hama juga dapat melakukan penyesuaian, dengan cepat melakukan adaptasi dan memiliki kemampuan untuk penerapan teknologi baru," tambah Boyke.

Menurut Boyke, semua pemangku kepentingan dalam industri pengendalian hama di Indonesia akan berkumpul dalam Pest Academy, untuk berbagi temuan penelitian terbaru, teknologi terbaru dan saling bertukar pengalaman. "Kita akan melibatkan para pembicara dan peserta pameran dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Australia, Tiongkok, dan negara lainnya," tambah Boyke.

Dewan Pakar DPP ASPPHAMI yang juga merupakan Komite Ahli Kementerian Kesehatan (Kemkes), Indrosancoyo Adi Wirawan, menilai, perkembangan industri pengendalian hama di Indonesia saat ini sudah cukup baik. Kalangan pelaku usaha pengendalian hama dinilai sudah menjalankan konsep metode pengendalian hama terkini yang disebut dengan Integrated Pest Management (IPM). "Sebagian besar pelaku industri pengendalian hama sudah menerapkan IPM yang mengedepankan pengendalian hama secara terpadu dengan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir," ungkap Indro.

Menurut Indro, SDM yang terlibat dalam industri pengendalian hama di Indonesia sudah cukup kompeten dan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan. Pemerintah dan stakeholder terkait, mendukung pelaksanaan Pest Academy untuk pengendalian vektor penyakit di Indonesia melalui teknologi-teknologi mutakhir. "Kita mendukung Pest Academy 2019. Ini merupakan wadah untuk memperluas pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri pengendalian hama yang lebih aman. Ini adalah kesempatan besar untuk saling berbagi inovasi teknologi diantara negara-negara serta para pelaku industri pengendalian hama," tandas Indro. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tren Pasar Industri Pengendalian Hama Mulai Bergeser. Please share...!

Back To Top