2 Investor Besar Siap Kembangkan Wisata Pantai Gunungkidul

(Ki-Ka) Sumarlan ketua IKG Korcam Nglipar, M Solihin, Tokoh manyarakat, Adi Samodra, Ketua Paran Wali, Muryono Ketua Kordes Pilangrejo, Drs Edi Sukirman MM. Ketua umum IKG, Mayor Sunaryanto, pembina IKG Korcam Nglipar, Priyo Budi Santosa, penasehat dan tokoh, IKG Korcam Nglipar, H. Sularjo, Ketua Panitia acara


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sebagai salah satu kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gunungkidul dinilai memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul sendiri, optimistis dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di tahun 2019 sebesar Rp 28 miliar. Target tersebut, dinilai bisa tercapai dengan melakukan berbagai penguatan di bidang kepariwisataan. Terlebih, warga perantauan asal Gunungkidul yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) ikut mendorong untuk merealisasikan target tersebut serta mendukung Kabupaten Gunungkidul sebagai kawasan ekonomi khusus pariwisata.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Gunungkidul, Drs Edi Sukirman MM, memaparkan, Gunungkidul selama ini dikenal sebagai daerah tertinggal, sehingga banyak masyarakatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan. Namun, dalam 10 tahun belakangan ini, Gunungkidul sudah menjadi lebih maju. Bahkan, hasil pertaniannya sudah dapat dikirimkan ke beberapa daerah lain di Indonesia. "Ini artinya, Gunungkidul sudah mencapai taraf swasembada beras. Jadi otomatis, tiwul yang pernah menjadi kebanggaan kita dulu, sekarang menjadi makanan kenang-kenangan saja," kata Edi saat menghadiri milad kesatu IKG Korcam Nglipar di Museum Keprajuritan TMII, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Kabupaten Gunungkidul bisa diibaratkan seperti mutiara yang siap memancarkan pesona. Terlebih, wilayah ini menyimpan segudang potensi, terutama wisata alam, kuliner, dan budaya. Gunungkidul juga diuntungkan dari segi geografis, dengan kawasan pantai yang menawan. "Bahkan, sekarang ini banyak wisatawan yang memilih kawasan pantai di Gunungkidul sebagai destinasi utama untuk dikunjungi. Sebut saja misalnya pantai Indrayanti, Pedi ombo," jelas Edi.

Edi sendiri mengakui, banyaknya objek wisata di Kabupaten Gunungkidul, masih minim sarana dan prasarana pendukung. Seperti minimnya hotel-hotel berbintang. Masih ada sejumlah jalan yang sempit untuk menuji kawasan wisata pantai. "Melalui IKG ini, kita sudah mencoba mengusulkan kepada pemerintah daerah meningkatkan infrastruktur jalan maupun sarana dan prasaran di kawasan wisata pantai tersebut,” tandas Edi.

Memang, kata Edi, sudah banyak pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan oleh pihak Pemkab. Namun, sejalan dengan perkembangan dan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, tentunya masih diperlukan pengembangan infrastruktur lainnya. "Saat ini sudah ada dua investor besar dari Jakarta yang melirik kawasan pantai-pantai tersebut. Investor tersebut akan mengembangkan kawasan pantai dengan konsep seperti kawasan wisata di Ancol Jakarta," ungkap Edi.

Edi menambahkan, putera-puteri Gunungkidul yang berada di perantauan, khususnya yang tergabung dalam IKG, siap menjadi duta wisata tanah kelahirannya. Strateginya, dengan mengadakan berbagai seminar mengenai mengenai seni dan kebudayaan Yogyakarta termasuk yang ada di Gunungkidul.

Sementara itu, pembina IKG Korcam Nglipar, Mayor Sunaryanto, menyatakan ketakjubannya melihat kebersamaan perantau asal Gunungkidul yang sangat luar biasa. "Ini menjadi potensi yang besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan di kampung halaman. Apalagi, saat ini Pemkab Gunungkidul, sedang giat-giatnya membangun dari berbagai sektor. Tentunya, upaya yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat Gunungkidul," tandas Sunaryanto. (ym)
Labels: Wisata

Thanks for reading 2 Investor Besar Siap Kembangkan Wisata Pantai Gunungkidul. Please share...!

Back To Top