2019, AAJI Targetkan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 10%-20%

(Ki-Ka) Iwan Pasila Kepala Departemen Investasi AAJI, Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono, dan Nelly Husnayati, Kepala Departemen Hubungan Internasional diselal-sela paparan kinerja industri asuransi jiwa Q4 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Banyak faktor yang membuat bisnis asuransi jiwa di Indonesia mengalami perlambanan hingga kuartal IV 2018. Tahun ini, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menargetkan pendapatan premi asuransi jiwa akan tumbuh sekitar 10%-20% . Hal ini didukung oleh pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mempengaruhi kinerja investasi industri, yang kemudian diikuti pertumbuhan pendapatan premi.

Berdasarkan laporan dari AAJI yang berasal dari 59 perusahaan asuransi jiwa sampai kuartal IV, tercermin bahwa total pendapatan industri asuransi jiwa kuartal keempat 2018 mencatat perlambatan 19,4% senilai Rp 204,89 triliun dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar Rp 254,22 triliun.

Hal ini berdampak terhadap total pendapatan premi turut mengalami perlambatan 5,0% menjadi Rp 185,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 195,72 triliun. Dalam paparan kinerja industri asuransi jiwa Q4 2018, Ketua Bersama AAJI Maryoso Sumaryono menjelaskan, perlambatan tersebut disebabkan pengaruh kondisi pertumbuhan ekonomi global dan nasional, tetapi pertumbuhan hasil investasi secara kuartal dari Q2 sampai dengan Q4 di tahun 2018 yang meningkat, tetap memberikan harapan positif di tahun berikutnya.

Penurunan total premi dipengaruhi oleh menurunnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance sebesar 11,2% serta berkontribusi sebesar 42,9% dari keseluruhan total pendapatan premi industri asuransi jiwa. Tercatat pendapatan premi bisnis baru yang berasal dari produk asuransi kesehatan memiliki kontribusi sebesar 4,8% dari keseluruhan total pendapatan premi bisnis baru pada Kuartal IV-2018. Hal ini menunjukkan bahwa produk asuransi kesehatan masih diminati oleh masyarakat Indonesia.

Selain itu, hasil Investasi industri asuransi jiwa di kuartal keempat 2018, mengalami perlambatan sebesar 84,5% jika dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi Rp 7,83 triliun. Penurunan kinerja hasil investasi asuransi jiwa disebabkan penurunan harga pasar pada investasi saham dan reksadana. Tapi bila dibandingkan Q3 2018, Hasil Investasi di Q4 2018 menunjukkan adanya peningkatan yang tinggi, yaitu sebesar 509,8%. Hal tersebut menunjukkan bahwa IHSG sudah menguat dan industri asuransi jiwa optimis untuk hasil investasi akan semakin membaik.

Dari sisi pembayarkan klaim dan manfaat menurut Iwan Pasila Kepala Departemen Investasi AAJI, hingga kuartal keempat 2018, total klaim dan manfaat mengalami perlambatan 1,1%, atau senilai Rp 119,74 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 121,08 triliun. Sedangkan, klaim nilai tebus (surrender), dikuartal keempat 2018 melambat 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 66,93 triliun, klaim ini memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 55,9%.

Penyebab kondisi pasar yang masih belum stabil dan banyak masyarakat yang membutuhkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari. "Apabila membutuhkan dana, disarankan untuk tidak melakukan klaim surrender, melainkan melakukan klaim partial wirhdrawal saja agar tetap mendapatkan dana dan asuransi tetap berjalan. Karena klaim penarikan sebagian (partial withdrawal), juga mengalami perlambatan sebesar 16,2%, dibandingkan periode yang sama tahun 2017, menjadi Rp 14,65 triliun dan berkontribusi sebesar 12,2%," kata Iwan.

Nelly Husnayati, Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI, menambahkan, total tertanggung industri asuransi jiwa hingga kuartal IV-2018, mengalami perlambatan 17,8% menjadi 53.860.282 orang. Perlambatan ini dipengaruhi oleh total tertanggung kumpulan yang turun 23,3% menjadi 36.067.942 orang, sementara Total Tertanggung Individu periode yang sama turut melambat 3,8% menjadi 17.792.340 orang. "Selama Kuartal IV 2016 – Kuartal IV 2018, total tertanggung mengalami perlambatan rata-rata sebesar 3,0% sedangkan jumlah tertanggung perorangan masih menunjukkan peningkatan dengan rata-rata sebesar 0,3%," tutupnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading 2019, AAJI Targetkan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 10%-20%. Please share...!

Back To Top