Aplikasi Jojobajobs Bantu Lulusan SMK Cari Kerja

(Ki-Ka) Kevin Wong, Andreas Setiadi, CEO Jojobajobs, dan Ade Hanie, psikolog Jojobajobs


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pengangguran merupakan salah satu masalah yang masih sulit untuk diatasi oleh Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2018), masih tercatat bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka per Agustus 2018 berjumlah 7 juta orang. Selain itu, berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran tertinggi masih berasal dari lulusan SMK.

Melihat kondisi tersebut, CEO Jojobajobs, Andreas Setiadi mengatakan, aplikasi Jojobajobs mengambil peran untuk membantu menanggulangi pengangguran yang ada di Indonesia melalui fitur-fitur canggih cara mendapatkan pekerjaan yang dinamakan Tes Psikometrik, E-Learning, dan Curriculum Vitae (CV) Download. "Jojobajobs menawarkan fitur ini karena berdasarkan hasil survei, kami temukan beberapa masalah utama pengangguran di SMK adalah kurangnya informasi lowongan juga soft skill lulusan SMK yang dinilai rendah oleh standar perusahaan dan fitur kami diharapkan membantu masalah utama tersebut” katanya, Sabtu(16/3/2019).

Selanjutnya, Andreas menuturkan, fitur Tes Psikometrik disediakan untuk mengukur kompetensi perilaku dari pencari kerja tujuannya untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan calon pekerja dalam bekerja. Dengan adanya hasil test tersebut dapat membantu pencari kerja mengembangkan potensi, terutama di area soft skill. Pencari kerja juga dapat mengikuti kuis di E-Learning untuk mengevaluasi sejauh mana pemahaman calon pekerja terhadap materi dengan metode belajar yang menarik dan kontekstual dengan dunia kerja. "Jojobajobs juga menawarkan fitur E-Learning agar bisa menjadi jembatan atas beberapa proses pembelajaran yang belum terfasilitasi semasa sekolah. Fitur tersebut dapat diakses dengan mudah, kapan, dan di mana saja. Selain skill, pencari kerja juga harus memperhatikan CV. Pasalnya, CV tidak hanya sebagai media pencari kerja untuk menuangkan informasi tentang dirinya, namun juga berfungsi sebagai pemberi kesan pertama dari seorang pencari kerja kepada perekrut," katanya.

Berdasarkan riset Jojobajobs mengenai CV, para lulusan SMK membutuhkan bantuan khusus dalam menyusun CV. Untuk itu, Jojobajobs menawarkan fitur CV Download untuk membantu mengarahkan pencari kerja dalam merangkum data diri dengan lebih terstruktur, dengan dilengkapi desain yang menarik, sehingga perekrut mendapatkan kesan positif mengenai pencari kerja. Untuk menggunakan semua fitur tersebut, pencari kerja cukup membayar sebesar Rp 25.000. Selain itu, pencari kerja juga mendapat cashback sebesar 80 persen jika mereka mengisi profil dan CV hingga Tes Psikometrik. Cashback ini diberikan sebagai bentuk komitmen untuk pencari kerja agar sungguh-sungguh menunjukkan keseriusannya dalam mencari kerja.

Hal senada dikemukakan Ade Hanie. Ia memaparkan hasil tes psikometri yang dilakukan Jojobajobs sejak 2017 lalu. Rerata lulusan SMK lemah pada 12 kompetensi soft skill. Terutama pada perencanaan, evaluasi, kemampuan kepemimpinan, komunikasi bersama, kemampuan mempengaruhi orang lain. Jadi lulusan SMK kita kurang percaya diri. Mengapa? Karena sekolah jarang bereksplorasi. Sekolah masih berpikir industri akan menerima SDM dilihat dari nilai akademis, padahal tidak seperti itu. "Hasil tes psikometri bisa dianalogikan sebagai sebuah peta untuk pencari kerja. Dengan adanya peta, pencari kerja akan mengetahui posisi mereka saat ini. Peta itu bisa digunakan untuk pengembangan diri agar lebih mudah mendapat pekerjaan," ujarnya. (ym)
Back To Top