Festival Denpasar Ajak Masyarakat Tukar Botol Bekas dengan Kantong Ramah Lingkungan

Kebersihan Kota Denpasar membagikan tas ramah lingkungan ke warga dalam kegiatan inspeksi kantong plastik di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali, Selasa (8/1/2019). Inspeksi penggunaan kantong plastik ini untuk mengurangi pencemaran lingkungan sesuai Peraturan Walikota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang sudah diterapkan mulai 1 Januari 2019


DENPASAR (IndonesiaTerkini.com)- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Bali, membuat terobosan dengan mengajak masyarakat untuk menukarkan botol minuman bekas dengan sebuah botol atau kantong belanja ramah lingkungan dalam ajang Festival Denpasar 2019 di Taman Kota Denpasar, Rabu (27/2/2019) hingga Minggu (3/3/2019).

"Kami terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar peduli dengan lingkungan. Hal tersebut juga berkaitan dengan Perwali Nomor 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik," kata Kepala Seksi Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Bali, Minggu (3/3/2019).

Ia mengatakan dengan melakukan inovasi dan kreatif yang dilakukan DLHK, maka dilakukan penukaran sampah plastik atau botol bekas minuman dengan sebuah botol ramah lingkungan (tumbler). "Ternyata dengan cara ini sangat ampuh untuk menggugah masyarakat Kota Denpasar mengumpulkan sebanyak 10 botol bekas minuman ditukar dengan sebuah botol ramah lingkungan tersebut," ujarnya.

Ia menimpali, dari sejak mulai dibuka pameran ini, warga menyerbu untuk menukarkan botol-botol bekas minuman itu dengan botol atau tas belanja ramah lingkungan. Tindakan kreatif yang dilakukan DLHK Denpasar sebagai program terobosan dan untuk mengukur sejauh mana masyarakat peduli dengan sampah plastik yang ada di lingkungannya. "Dari pengamatan kami ternyata begitu besar kepedulian masyarakat untuk mau mengumpulkan sampah plastik atau botol bekas minuman yang ditukar dengan tas belanja atau botol ramah lingkungan," katanya.

Dikemukakannya, kepedulian mereka harus mendapat apresiasi, walau melihat dari harganya tidak mahal, tapi ternyata warga terpacu untuk mendapatkan tas belanja dan botol ramah lingkungan itu. Setiap hari, pihaknya menyediakan untuk kantong belanja dan botol minuman berkisar 200 hingga 300 buah. Masyarakat sejak pagi sudah datang ke anjungan DLHK untuk menukarkan sampah plastik maupun botol bekas minuman tersebut. "Selama digelar Festival Denpasar, masyarakat yang antre untuk mendapatkan tas belanja dan botol lingkungan rela antre, karena saking banyaknya warga datang ke anjungan kami," ujarnya.

Langkah tersebut, kata dia, sebagai upaya menyosialisasikan Perwali, sehingga ke depannya semakin peduli dan sadar dengan lingkungan agar tidak membuah sampah, terutama sampah plastik secara sembarangan. Warga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik jika ke pasar. "Harapan utama dari tim kreatif kami adalah menyadarkan masyarakat agar peduli dengan lingkungan dan mampu mengurangi plastik. KKeberadaan sampah plastik sudah tersebar dari hulu hingga hilir. Ini juga menyebabkan rusaknya biota laut," lanjutnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Sutarmiati mengaku sejak pagi sudah antre untuk menukarkan botol kemasan bekas minuman. Pada awal pameran, sempat melihat ada warga menukarkan botol bekas dengan tas belanja dan botol ramah lingkungan, sehingga ia juga tertarik untuk mendapatkan bingkisan tersebut. "Awal ada pameran ini saya juga tidak tahu mengapa warga membawa sampah plastik dan botol minuman bekas. Ternyata, mereka menukarkan dengan tas belanja dan botol ramah lingkungan. Tas dan botolnya saya suka juga. Karena itu, esoknya keliling mengumpulkan botol-botol bekas minuman untuk selanjutnya ditukarkan ke sini," katanya.

Menurut Sutarmiati, ia mengapresiasi DLKH menghargai sampah plastik dengan tas belanja dan botol minuman tersebut. Program itu sangat cocok mengurangi adanya sampah plastik. Begitu juga melakukan sosialisasi terkait Perda Pengurangan Sampah Plastik. "Jadi, warga pun berduyun-duyun menukarkan botol bekas minuman tersebut. Artinya, jika program penukaran ini dilakukan secara berkelanjutan, maka sampah plastik ke depannya pasti akan berkurang," katanya. (sd)
Labels: CSR

Thanks for reading Festival Denpasar Ajak Masyarakat Tukar Botol Bekas dengan Kantong Ramah Lingkungan. Please share...!

Back To Top