Jambore Pandu Sekolah Model, Kuatkan Pendidikan Karakter

(Ki-Ka) Bambang Agus Susetyo, Khofifah Indar Parawansa, Puan Maharani, Muhadjir Effendy di acara Jambore Pandu Sekolah Model dalam Penguatan Pendidikan Karakter dan Ekspresi Kebudayaan Jatim 2019 di kantor LPMP Jatim, Rabu (20/3/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Jambore Pandu Sekolah Model yang digagas Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur menekankan kearifan lokal setiap wilayah di Jatim.

Bambang Agus Susetyo, Kepala LPMP Jatim pelaksanaan Jambore Pandu Sekolah Model tahun 2019 menekankan keunggulan tiap daerah yang menjadi ciri khas karakter anak di sekolah. "Sekolah model ini merupakan sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP Jawa Timur untuk menjadi acuan percontohan bagi sekolah lain di sekitarnya," ujarnya, Rabu (20/3/2019).

Pendidikan jambore meliputi tampilan stan para peserta, pendirian tenda kepramukaan, lomba poster bagi siswa, kegiatan kepramukaan, tampilan seni dan kebudayaan dari masing-masing kabupaten-kota di Jawa Timur yang merupakan bagian dari kearifan lokal. Hal ini juga merupakan rangkaian pelaksanaan penguatan pendidikan karakter guna terciptanya mutu pendidikan yang lebih baik untuk menyongsong generasi Indonesia emas tahun 2045. "Kegiatan ini terinisiasi oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan diikuti oleh 38 sekolah model binaan LPMP Jawa Timur yang berasal dari seluruh kabupaten kota di Jawa Timur," katanya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan, agar gerakan Pramuka di sekolah-sekolah mampu menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa. Harapannya, dengan terbentuknya karakter bangsa yang kuat, maka dapat mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh, berkualitas dan berbudi pekerti luhur.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan jambore ini menjadi bagian dari program penguatan pendidikan katakter untuk menyongsong generasi Indonesia Emas 2045. Salah satunya melalui kegiatan pramuka dengan yang memberikan nilai muatan religius, integritas, mandiri, gotong royong dan nasionalis.

Sedangkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Puan Maharani menambahkan, generasi Z atau generasi millennial punya peran penting terhadap bangsa ini, yakni sebagai penerus bangsa. Baik buruknya masa depan bangsa Indonesia tergantung mereka. Untuk itu, generasi millennial harus memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air. "Indonesia adalah negara yang sangat beragam, punya 17 ribu pulau, 714 suku dan 1.100 bahasa. Perbedaan ini merupakan keragaman yang harus kita syukuri, jangan sampai perbedaan ini memecah belah persatuan dan kesatuan kita,” katanya.

Peserta jembore ini meliputi jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang terdiri dari 190 siswa, 38 pengawas sekolah, 38 kepala sekolah, dan 1.500 guru. (dri)
Labels: berita lpmp, indonesiaterkini.com, jambore pandu sekolah model, kuatkan pendidikan karakter

Thanks for reading Jambore Pandu Sekolah Model, Kuatkan Pendidikan Karakter. Please share...!

Back To Top