Pinang, Pinjaman Bank Berbasis Aplikasi Pertama di Indonesia

Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto (tengah) berfoto bersama setelah melakukan penandatanganan kerja sama Nota Kesepahaman (MoU) terkait pinjaman digital berbasis aplikasi Pinjam Tenang (Pinang) dengan nasabah BRI Group, yaitu Tribun Batam, Lembaga Permasyarakatan Batam, Bea Cukai Batam, Citra Marine Batam, dan Lion Air Batam dalam acara Customer Gathering di Batam, Kepulauan Riau, Senin, 11 Maret 2019


BATAM (IndonesiaTerkini.com)- Dalam menghadapi era digital, Bank BRI terus melakukan inovasi agar layanan yang disiapkan semakin terdepan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah saat ini, termasuk terhadap segmen mikro yang menjadi fokus utama dari BRI Group. Untuk itu, Bank BRI, melalui anak perusahaan BRI Agro, meluncurkan produk pinjaman digital terbaru yang disebut “Pinjaman Tenang” (Pinang).

Peluncuran Pinang telah dilakukan di Solo, Jawa Tengah, 23 Februari lalu. Namun, hari ini, Senin (11/3/2019) digelar acara Customer Gathering Pinjaman Digital Berbasis Aplikasi - Pinang di Batam, Kepulauan Riau. Acara itu digelar sebagai bentuk semangat BRI Group untuk menjangkau perusahaan-perusahaan nasabah BRI dalam memberikan penawaran fasilitas pinjaman digital untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak bagi pekerja dasar atau blue collar.

Bersamaan dengan acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BRI Agro dengan 6 perusahaan yang berdomisili di Batam. Enam perusahaan yang akan menggunakan aplikasi Pinang tersebut, adalah Tribun Batam, PT Citra Marine, Bea Cukai Batam, PT Lion Air Batam, STT Ibnu Sina, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam. Pinang adalah produk digital lending dari BRI Agro dan sekaligus menjadi produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia. “Aplikasi Pinang sudah fully digital dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature,” ujar Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto.

Dikatakan, dengan mengombinasikan teknologi digital, produk Pinang memiliki proses pengajuan sampai pencairan kurang dari 10 menit dengan tenor yang fleksibel antara 1 sampai 12 bulan. Pengajuan dapat dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka secara langsung. Plafon maksimum Rp 20 juta dan memiliki bunga yang terendah dibandingkan dengan produk financial technology (fintech) lainnya. “Produk Pinang saat ini dipasarkan bagi pekerja dasar atau blue collar yang memiliki payroll di Bank BRI atau BRI Agro dan perusahaannya sudah melakukan kerja sama penyaluran kredit Pinang. Dalam perkembangannya, Pinang akan dapat diakses oleh mass market pada akhir 2020,” ujar Agus.

Dikatakan pula, untuk 2019, BRI Agro menargetkan Pinang mencapai Rp 375 miliar jumlah pinjaman dengan 75.000 jumlah peminjam. Sementara, pada 2020 ditargetkan jumlah pinjaman mencapai Rp 600 miliar dengan 120.000 peminjam. Sejalan dengan peluncuran itu, Pinang akan semakin memantapkan komitmen Bank BRI Agro untuk menjadi The Best Financial Solution in Agribusiness. “Pinang akan menjadi produk digital lending yang kompetitif dan diharapkan bisa menjadi produk fintech pilihan. Saat ini, aplikasi produk Pinang sudah bisa diunduh di Google Playstore,” ujar Agus. (pr)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pinang, Pinjaman Bank Berbasis Aplikasi Pertama di Indonesia. Please share...!

Back To Top