Garuda Tegaskan Laporan Keuangan Sudah Sesuai Standard Akuntansi

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Pullman Jakarta, pada Rabu (24/4/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menyikapi ramainya pemberitaan mengenai laporan keuangan perseroan tahun 2018 yang memasukkan piutang menjadi pendapatan, Garuda Indonesia menyebut hal itu tidak melanggar Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 23 karena secara subtansi, pendapatan dapat dibukukan sebelum kas diterima.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal mengungkapkan, PSAK 23 menyatakan tiga kategori pengakuan pendapatan, yaitu penjualan barang, penjualan jasa, dan pendapatan atas bunga, royalti, dan dividen di mana seluruhnya menyatakan kriteria pengakuan pendapatan, yaitu pendapatan dapat diukur secara handal, adanya manfaat ekonomis yang akan mengalir kepada entitas, dan adanya transfer of risk.

Fuad menambahkan, sejalan dengan hasil audit kantor akuntan publik (KAP) Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (member of BDO international) yang merupakan "Big 5 Accounting Firms Worldwide" dinyatakan, dalam pendapat auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam seluruh hal yang material (wajar tanpa pengecualian), manajemen yakin bahwa pengakuan pendapatan atas biaya kompensasi atas transaksi dengan PT Mahata Aero Teknologi telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. "Sebagai Big 5 Audit Firm, BDO seharusnya telah menerapkan standar audit internasional yang sangat baik” jelas Fuad Rizal, Senin (29/4/2019).

Perihal transaksi layanan konektivitas dengan Mahata Aero Teknologi, Direktur Teknik dan Layanan Garuda Iwan Joeniarto menambahkan, kerja sama layanan konektivitas antara Grup Garuda dengan Mahata merupakan kerja sama yang saling menguntungkan dan juga dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang untuk menunjang perkembangan e-commerce yang sangat pesat dan berkembang saat ini. Mahata telah didukung oleh Lufthansa System untuk kerja sama sistem on-board network, Lufthansa Technic untuk penyediaan perangkat wifi di pesawat, Inmarsat dalam hal kerja sama konstelasi satelit, CBN dalam hal kerja sama penyediaan jaringan fiber optik, KLA dalam hal kerja sama penjualan kuota pemakaian internet, dan juga dengan Aeria dan Motus untuk kerja sama penyediaan layanan penjualan iklan. Hal itu untuk mendukung memberikan pelaksanaan layanan kepada Garuda Grup.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Iksan Rosan menjelaskan, pada perjanjian kerja sama layanan konektivitas dalam penerbangan dan pengelolaan layanan hiburan di pesawat itu, terdapat dua transaksi, yaitu biaya kompensasi atas penyerahan hak pemasangan layanan konektivitas serta pengelolaan in-flight entertainment, dan bagi hasil (profit-sharing) atas alokasi slot untuk setiap pesawat terhubung selama periode kontrak.

Atas transaksi tersebut, Grup Garuda mengakui pendapatan yang merupakan pendapatan atas penyerahan hak pemasangan konektivitas, seperti halnya signing fee/biaya pembelian hak penggunaan hak cipta untuk bisa melaksanakan bisnis di pesawat Grup Garuda. Penjualan atas hak ini tidak tergantung oleh periode kontrak dan bersifat tetap di mana telah menjadi kewajiban pada saat kontrak ditanda tangani. Selain itu, sebut Ikhsan, Grup Garuda tidak memiliki sisa kewajiban setelah penyerahan hak pemasangan alat konektivitas tersebut.

Menurut Ikhsan, sesuai dengan pendapat hukum dari Kantor Hukum Lubis, Santosa dan Maramis bahwa pembayaran kompensasi hak pemasangan tersebut tidak serta merta menimbulkan kewajiban Garuda Grup untuk mengembalikan biaya hak kompensasi yang telah dibayarkan Mahata apabila di kemudian hari terdapat pemutusan kontrak kerja sama. Untuk memenuhi prinsip good corporate governance, tutur Ikhsan, Grup Garuda telah melakukan kajian risiko terhadap transaksi ini dan juga telah melakukan analisa terhadap mitigasi risikonya. "Grup Garuda juga melakukan proses bisnis dengan cara know your customer untuk menganalisa kebutuhan pelanggan yang sejalan dengan potensi risiko atas illegal intentions terhadap bisnis grup," pungkas dia. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Garuda Tegaskan Laporan Keuangan Sudah Sesuai Standard Akuntansi. Please share...!

Back To Top