Siloam Sriwijaya Ajak Warga Peduli Deteksi Dini Kanker Serviks

Siloam Hospitals Sriwijaya mengadakan diskusi kesehatan "Kenali dan Cegah Kanker Serviks" yang dilakukan di dalam Light Rial Transit (LRT) yang sedang melaju guna melayani penumpang LRT di Palembang, Sumatera Selatan


PALEMBANG (IndonesiaTerkini.com)- Masih dalan menyambut semangat pembaharuan Hari Kartini, Siloam Hospitals Sriwijaya mengadakan diskusi kesehatan "Kenali dan Cegah Kanker Serviks". Satu hal berkesan dan cukup menyita perhatian publik, diskusi kesehatan dilakukan di dalam Light Rial Transit (LRT) yang sedang melaju guna melayani penumpang LRT di Palembang, Sumatera Selatan.

Diskusi Kesehatan akan kanker serviks yang kembali disiarkan pihak Siloam Hospitals Sriwijaya dianggap perlu untuk kembali diingatkan kepada masyarakat. "Setiap 1 jam ada satu wanita meninggal karena kanker serviks. Lalu ada 26 wanita setiap harinya meninggal karena kanker serviks dan ada 58 kasus baru kanker serviks terjadi setiap hari," ungkap dr. Monica A Susanti, SP.OG (K), Jumat (26/4/2019).

Dalam memberikan materi, dokter kebidanan dan kandungan-konsultan obstetri sosial RS Siloam Sriwijaya itu didampingi moderator Weny Ramdiastuti di hadapan puluhan penumpang LRT areal Sumatera Selatan. Seiring meningkatnya jumlah korban pengidap kanker serviks, A Susanti, SP.OG (K) turut menghimbau agar masyarakat, khususnya para wanita agar terbiasa melakukan pencegahan melalui deteksi dini. "Untuk pencegahan ini bisa dilakukan sejak dini mulai dari usia 9 tahun dengan vaksinasi HPV. Lalu untuk yang dewasa bisa melakukan pap smear," imbuhnya di dalam gerbong LRT yang sedang melaju dari Stasiun DJKA menuju Stasiun Garuda Dempo.

Sementara itu Direktur Siloam Hospitals Sriwijaya, dr Bona Fernando, menambahkan, akan ide talkshow yang tidak biasa, yaitu di dalam gerbong LRT ditujukan sebagai upaya 'jemput bola'. "Penyuluhan akan pentingnya deteksi dini harus disebarkan seluas-luasnya kepada publik. Caranya adalah dengan mengambil perhatian masyarakat melalui fasilitas layanan publik. Ini tentu menarik perhatian masyarakat," ungkap dr Bona Fernando menjelaskan.

Menurutnya diskusi kesehatan yang dilakukan di dalam LRT merupakan hal pertama kali dilakukan pihaknya dan direncanakan akan kembali dilakukan secara berkelanjutan. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang dengan tidak terkendali sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks. Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini. Kanker serviks paling banyak mengenai wanita dengan usia 36-55 tahun. Di Indonesia lebih dari 70 persen pasien datang sudah dalam stadium lanjut dan paling banyak dialami wanita dalam tingkat stadium 3. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Siloam Sriwijaya Ajak Warga Peduli Deteksi Dini Kanker Serviks. Please share...!

Back To Top