BPJS Kesehatan Gandeng Badan Siber Amankan Aset Data

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kedua kiri) menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala BSSN Hinsa Siburian (kedua kanan) di Jakarta, Selasa 28 Mei 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sebagai pemilik data peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terbesar di dunia, BPJS Kesehatan berupaya memproteksi aset datanya. Untuk itu, BPJS Kesehatan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kerja sama kedua lembaga ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris dengan Kepala BSNN Hinsa Siburian di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Fachmi Idris mengatakan, saat ini ada lebih dari 200 juta data peserta program JKN-KIS yang tersimpan dalam masterfile. Bahkan data perorangan yang spesifik mulai dari riwayat kesehatan peserta, rekam medik sampai pernah berobat ke mana saja ada di BPJS Kesehatan. Data yang kompleks dan bervariasi ini perlu pengamanan yang maksimal. "Data perorangan yang spesifik seperti riwayat kesehatannya, rekam medik, pernah berobat ke mana saja, itu kita miliki juga karena berkaitan dengan verifikasi pembayaran klaim. Karena data yang kami miliki sangat kompleks dan bervariasi, tentu upaya pengamanannya juga harus maksimal sehingga kami membangun sinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara,” kata Fachmi Idris.

Menurut Fachmi Idris, ruang lingkup dari nota kesepahaman kedua lembaga ini meliputi pemanfaatan sertifikat elektronik untuk meningkatkan keamanan transaksi elektronik, pengamanan teknologi dan sumber daya, pertukaran informasi, dan pemanfaatan lainnya yang disepakati kedua belah pihak.

Lanjut Fachmi Idris, BPJS Kesehatan harus bijak dalam mengelola permintaan informasi yang keluar. Untuk itu, selain mengembangkan sistem pengamanan data, BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan data sampel sebagai penggunaan big data dalam pengembangan pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy). “Kami melihat data yang kami miliki adalah aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian dan evidence based policy dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS. Hal ini juga sebagai salah satu wujud transparansi BPJS Kesehatan dalam memberikan informasi pada publik,” ucap Fachmi Idris.

Untuk diketahui, sampai dengan 19 Mei 2019 jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 221,5 juta jiwa atau 83,6 persen dari total penduduk Indonesia. Makin banyaknya jumlah peserta, utilisasi atau pemanfaatan layanan JKN-KIS juga meningkat. Jumlah kunjungan di seluruh fasilitas kesehatan yang memanfaatkan kartu JKN-KIS rata-rata per hari kalender sebanyak 640.822 kunjungan. Jika ditotalkan pemanfaatan dari tahun 2014 sampai dengan 2018 mencapai 874,1 juta kunjungan. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading BPJS Kesehatan Gandeng Badan Siber Amankan Aset Data. Please share...!

Back To Top