Bulog Tunggu Penugasan Impor Bawang Putih

Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo, Pimpinan Komisi IV DPR Daniel Johan bersama anggota Komisi IV DPR saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka Peninjauan Ketersediaan dan Harga Pangan Jelang Hari Raya Idul Fitri di kantor Bulog Divre Jatim di Surabaya, Selasa (21/5/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com) Komisi IV DPR minta Kementerian Perdagangan (Kemdag) segera merekomendasikan penugasan impor bawang putih oleh Bulog guna mengantisipasi kemungkinan kelangkaan serta lonjakan harga komoditas tersebut saat menjelang Lebaran 2019 nanti.

Pimpinan Komisi IV DPR, Daniel Johan, mengatakan, harga bawang putih saat ini memang mengalami titik normal di kisaran Rp 20.000 per kilogram (kg) setelah sempat melambung hingga mencapai Rp 100.000 per kg. Namun melihat fluktuasi harga bawang putih tahun ini Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Kemdag harus tetap mewaspadai kemungkinan meningkatnya permintaan saat menjelang Lebaran nanti sehingga berimbas pada melonjaknya harga komoditas tersebut.

"Untuk itu, kami meminta Menteri Perdagangan segera memberikan rekomendasi kepada Bulog untuk impor bawang putih, sehingga Bulog bisa segera menjalankan apa yang menjadi tugasnya itu," kata Daniel di sela acara Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR dalam rangka Peninjauan Ketersediaan dan Harga Pangan Jelang Hari Raya Idul Fitri di kantor Bulog Divre Jatim di Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Daniel berharap, adanya koordinasi antara Kementan dan Kemdag untuk menjaga suplai bawang putih serta mengantisipasi kebutuhan di lapangan agar tidak terjadi lonjakan harga seperti beberapa waktu lalu. "Kami juga minta instansi pemerintah yang memegang kebijakan impor bawang putih untuk tidak saling menghadang rekomendasi impor oleh Bulog. Karena, masyarakat juga yang akan menjadi sulit dan dirugikan ketika harga bawang putih kembali bergejolak," tandas Daniel.

Daniel menyarankan kepada semua pihak yang terkait dengan suplai dan kebutuhan bawang putih ini agar kedepan mengacu pada basis data dan pengalaman yang selama ini terjadi serta menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. "Kami percaya sepanjang mengacu pada pada basis data dan keseimbangan pasokan dan permintaan, kemungkinan akan terjadinya lonjakan harga bawang putih sudah bisa diantisipasi sebelumnya sehingga tidak akan terjadi di banyak tempat, khususnya di luar Pulau Jawa, seperti di Palembang dan Kalimantan harga bawang putih sampai Rp 100.000 per kg. Kita harus belajar dari pengalaman tahun ini, sehingga tahun depan hal sama tidak akan terjadi lagi,” ungkap Daniel.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar Utomo, mengatakan, saat ini, Bulog masih menunggu rekomendasi penugasan impor bawang putih itu keluar. "Yang jelas, Bulog sebagai operator selalu siap menerima apa yang menjadi tugasnya," kata Bachtiar.

Bachtiar menambahkan, ketika rekomendasi penugasan impor bawang putih keluar, Bulog akan segera tenderkan impor bawang putih dari berbagai negara. Sekarang ini, selain Tiongkok, India, Argentina dan Myanmar juga menanam bawang putih. "Ini nanti tender terbuka dan mana yang lebih murah kita akan pilih. Sekarang harga bawang putih di Tiongkok turun dan tembus sekitar US$ 700 per metric ton, itu berarti harganya tidak sampai Rp 10.000 per kilogram. Pada panen raya Juni nanti harganya bisa turun lagi hingga Rp 5.000 per kilogram," kata Bachtiar. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Bulog Tunggu Penugasan Impor Bawang Putih. Please share...!

Back To Top