Genjot Ekspor, Impact Pratama Akuisisi 2 Perusahaan di Luar Negeri

Jajaran direksi PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta Kamis 23 mei 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Emiten sektor building material, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tengah menjajaki akuisisi dua perusahaan di luar negeri senilai kurang Rp 100 miliar. Langkah ini untuk meningkatkan penjualan eskpor.

"Kami dalam proses akuisisi, semoga satu perusahaan rampung di kuartal dua 2019 ini," Corporate Finance PT Impack Pratama Industri Tbk, Chairul Kurniawan, Kamis (23/5/2019).

Chairul Kurniawan mengatakan, satu perusahaan yang segera rampung proses akuisisinya berada di Malaysia di bidang roofing (atap). Skema akuisisi Impact bukan saham, tapi aset dan bisnisnya. Adapun akuisisi satu perusahaan lagi diharapkan rampung pada kuartal ketiga 2019. Sayangnya dia enggan membeberkan perusaahaan yang menjadi target akuisisi. Dia hanya mengungkapkan, perusahaan tersebut masih di kawasan Asia Pasifik dan di sektor roofing. "Nilai akuisisi dua perusahaan tidak sampai (Rp 100 miliar)," kata Chairul Kurniawan.

Saat ini kata Chairul Kurniawan, PT Impack Pratama Industri Tbk telah memiliki unit usaha di empat negara yakni Selandia Baru, Malaysia, Vietnam dan Singapura. Penjualan hingga akhir 2019 diharapkan naik 15 persen menjadi Rp 1,6 triliun dari realisasi 2018 sebesar Rp 1,395 triliun. Segmen produk roofing ditargetkan berkontribusi sekitar 70 persen, facade 15 persen, material 9 persen dan real estate 5 persen," kata Chairul Kurniawan.

Sementara laba bersih hingga akhir tahun ini diharapkan tumbuh 11 persen dari realisasi 2018 sebesar Rp 86,440 miliar. Laba kotor diharapkan bisa tumbuh 33 persen. Untuk belanja modal (capital expenditure/capex) 2019, perusahaan menganggarkan Rp 188 miliar. Perinciannya, sekitar Rp 140 miliar untuk tanah dan bangunan pabrik, sebesar Rp 34 miliar untuk mesin dan peralatan, kendaraan Rp 6 miliar serta peralatan kantor dan pabrik Rp 7 miliar. "Sumber pendanaannya, sekitar 50 persen dari pinjaman perbankan dan sisanya 50 persen kas internal," kata Chairul Kurniawan.

Direktur Pemasaran PT Impack Pratama Industri Tbk, Janto Salim mengatakan, penjualan ekspor 2019 diharapkan bisa berkontribusi menjadi 30 persen sampai 40 persen terhadap total penjualan. Sebagai gambaran, pada 2016 kontribusi ekspor masih sebesar 15 persen, lalu meningkat 21 persen di 2017 dan 25 persen di 2018.

Menurut Janto Salim, upaya perseroan meningkatkan porsi penjualan ekspor sebagai wujud natural hedging di tengah fluktuatifnya nilai tukar rupiah. Maklum, sekitar 60-70 persen bahan baku produk perusahaan masih impor sehingga rentan dengan tekanan rupiah. Sementara dalam RUPST, pemegang saham sepakat membagikan dividen sebesar Rp 48,3 miliar atau Rp 10 per saham dari laba bersih 2018 yang tercatat Rp 86,440 miliar. Sisa laba bersih akan dibukukan sebagai saldo laba, untuk menambah modal kerja perseroan danpengembangan serta ekspansi usaha. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Genjot Ekspor, Impact Pratama Akuisisi 2 Perusahaan di Luar Negeri. Please share...!

Back To Top