GGC Gandeng Lima Pengembang Gim di Indonesia

Gyeonggi Global Game Center (GGC) mendukung 5 pengembang gim untuk memajukan pasar gim di Indonesia


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Presiden Gyeonggi Content Agency (GCA), Chang-hee Oh, menyatakan, 2019 Challenge Program in Indonesia yang diselenggarakan untuk mendukung pengembang gim di provinsi Gyeonggi memasuki pasar Indonesia, telah selesai dengan sukses pada 26 April lalu. Bersama Union Space sebagai venue partner, acara ini mengundang sederet perusahaan pengembang gim Indonesia untuk mencoba gim buatan Korea.

"Challenge Market Program in Indonesia merupakan acara yang kedua. Yang pertama diadakan pada 2016. GCA akan tetap menjalankan program di Indonesia, Vietnam dan Thailand untuk mempromosikan pengembang gim di provinsi Gyeonggi untuk maju ke pasar Asia Tenggara," kata Chang-hee Oh, dalam keterangan tertulisnya,, Kamis (9/5/2019).

Chang-hee Oh mengatakan, program ini berlangsung selama lima hari di Jakarta bersama lima pengembang gim yang ingin meningkatkan pasar gim Indonesia. Adapun lima peserta yang tergabung dalam program ini merupakan pengembang gim seperti Caret Games (Arcross Chronicles, co-CEO, Misun Kin dan Hoyong Kim), Minglecon (Minglecon Rolling English 240, CEO, Helen Jean), Nusoft (Three Kingdoms Infinite Challenge, CEO, Younggwan Kim), Sky People (Final Blade, CEO, Derek Park), Soul Games (Luna Mobile, CEO, Taedoo Um).

Pada 24 April, lanjut Chang-hee Oh, berlangsung juga berbagai agenda seperti, IR pitching dan pertemuan bisnis one-on-one. 23 perusahaan termasuk penerbit gim Indonesia seperti LYTO, Megaxus, Melon by Telkomsel dan venture capital serta investor juga turut mengambil bagian pada acara ini.

Di saat yang bersamaan, berlangsung juga 41 sesi bincang bisnis (dengan konsultasi senilai US$ 1,52 juta dan kontrak senilai US$ 8 juta). Selain itu, lima MoU kerja sama telah ditandatangani (Soul Games dengan Megaxus dan Melon by Telkomsel, Minglecon dengan Arsanesia, NUsoft dengan Melon by Telkomsel dan 8 Elements). "Seluruh hasil di atas menunjukkan kualitas mobile game Korea serta potensinya untuk memasuki pasar gim Indonesia," tandas Chang-hee Oh.

2019 Challenge Market Program in Indonesia berlangsung dengan agenda beragam seperti seminar pakar. Seminar ini diadakan untuk memperdalam pemahaman mengenai pasar gim Indonesia pada 23 April, sesi FGT (Focus Group Testing) untuk mendapatkan reaksi dan tanggapan dari para peserta pada 25 April. Selama berlangsungnya acara, peserta juga mengunjungi penerbit gim lokal seperti LYTO, Melon by Telkomsel dan Orange Games untuk melihat bagaimana mereka bekerja dan merasakan nuansa perusahaan lokal Indonesia. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading GGC Gandeng Lima Pengembang Gim di Indonesia. Please share...!

Back To Top