Inalum Jajaki Kerja Sama dengan Industri Logam di Tiongkok

Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan cinderamata kepada Chairman China Minmetals Corporation Fuping Tang dalam kunjungannya ke Beijing, Tiongkok, Rabu (15/5/2018). Kunjungan kali ini dilakukan untuk mendukung Holding Industri Pertambangan Inalum menjajaki kerja sama di bidang hilirisasi pertambangan


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menteri BUMN Rini M. Soemarno melakukan kunjungan singkat tiga hari ke Tiongkok untuk bertemu dengan sejumlah CEO industri logam Tiongkok. Hal ini dilakukan untuk mempercepat terealisasinya hilirisasi tambang di Indonesia.

Rini Soemarno mengatakan, percepatan hilirisasi industri tambang harus segera dilakukan. Ini untuk kepentingan rakyat dan bangsa. Semakin tinggi nilai tambah produk tambang Indonesia, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. "Saya optimis holding industri pertambangan akan mampu mewujudkan mandatnya dengan bantuan pihak-pihak terkait," ujar Rini Soemarno, Jumat (17/5/2019).

Turut mendampingi Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN, Gatot Trihargo dan Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro.

Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, pertemuan dengan sejumlah CEO Industri logam di Tiongkok untuk mendengarkan penjelasan tentang industri logam dan teknologinya. "Selain itu pihaknya juga menjajaki berbagai peluang kerja sama yang sesuai dengan rencana strategis kami yang dapat membantu mempercepat terealisasinya hilirisasi tambang untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi Sadikin.

Di Beijing, rombongan bertemu dengan sejumlah CEO, antara lain CEO The Metallurgical Corporation Of China (MCC) untuk mempelajari peluang kerja sama dalam industri EPC dan atau tambang kobalt/nikel; dan CEO Beijing Easpring Material Technology, mempelajari industri Electric Vehicle terutama dalam pembuatan katoda. Sementara di Inner Mongolia, rombongan menemui perusahaan coal gasification, Dalu Chemicals untuk mempelajari proses dan teknologi dalam coal gasification serta peluang kerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk. Kemudian di Shanghai, rombongan melakukan kunjungan lapangan dan pertemuan dengan Huayou, perusahaan manufaktur cobalt chemical, termasuk manufaktur bahan energi baru lithium ion, pemrosesan bahan baru kobalt dan penambangan, benefisiasi dan peleburan kobalt dan tembaga. Serta bertemu dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) Battery untuk mempelajari industri electric vehicle.

Proyek Gasifikasi

Dalam kunjungan tersebut turut serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Utama Antam Tbk. Arie Arioetedjo, dan Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin. Belum lama ini Holding Industri Pertambangan melalui anggota Holding PT Bukit Asam Tbk telah menandatangani Head of Agreement Hilirisasi Batubara dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical, untuk pembangunan proyek gasifikasi.

Dengan penandatanganan ini, batubara dari PT Bukit Asam Tbk nantinya akan diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Teknologi gasifikasi ini memungkinkan mengkonversi batubara muda menjadi syngas yang merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk, dan polypropylene sebagai bahan baku plastik.

Proyek hilirisasi lainnya yang juga dicanangkan oleh Holding Industri Pertambangan adalah melalui PT Borneo Alumunia Indonesia (PT BAI), anak usaha patungan PT Inalum (Persero) dan PT Antam Tbk., mencanangkan pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat. Proyek SGAR menjadi penghubung mata rantai industri dari hulu ke hilir yang terintegrasi, dari bauksit menjadi alumina, bahan baku aluminium dengan kapasitas awal  1 juta ton alumina. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Inalum Jajaki Kerja Sama dengan Industri Logam di Tiongkok. Please share...!

Back To Top