M Cash Integrasi Bidik Pendapatan Rp 8 Triliun

Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk Martin Suharlie (kedua kanan) ditemani Direktur Indeenden dari PT M Cash Integrasi, Tbk Mohammad Anis Yuniantop menjelaskan kemampuannya mengeluarkan dan memasarkan kartu fisik, seperti kartu perdana telco (starter pack), kartu e-toll dan gift card saat konferensi pers program kemitraan M Cash di Jakarta, selasa (05/12/2017)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Emiten yang bergerak dalam bisnis digital, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) membidik total pendapatan Rp 8 triliun pada sepanjang tahun 2019. Target itu meningkat signifikan dibanding realisasi pendapatan tahun 2018 yang tercatat Rp 6,4 triliun.

Managing Director PT M Cash Integrasi Tbk, Suryadi Yahya mengaku optismistis mencapai target tersebut, lantaran sudah tercermin pada catatan kinerja Perseroan di kuartal I-2019 dimana posisi pendapatan tercatat sebesar Rp 2,03 triliun atau tumbuh 68,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hasil tadi menggambarkan pencapaian sebesar 25% dari target yang ditetapkan.

Suryadi mengatakan, ekspansi yang dilakukan tahun lalu, akan berdampak signifikan pada capaian kinerja MCAS tahun ini. Diantaranya inovasi layanan pembayaran tol dengan menggunakan koneksi smartphone, atau tanpa kartu tap. Pundi-pundi Perseroan menurutnya juga akan ditopang oleh layanan biller, seperti listrik, pulsa, tiket kereta api dan lainnya. Begitu pula dengan layanan yang berhubungan dengn fintech seperti top up layanan pembayaran digital seperti OVO, GO-pay, LinkAja dan lainnya. "Kami juga punya bisnis konten entertainment berupaya penjualan tiket konser, dimana tahun ini akan ada even yang lebih besar dari konser musik John Mayer dimana kala itu MCAS bertindak sebagai penjual tiketnya,” urainya dalam Paparan Publik Perseroan di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Sementara Direktur PT M Cash Integrasi Tbk mengatakan kunci pertumbuhan kinerja perusahaan terletak pada kemampuan perusahaan dalam melakukan inovasi produk yang menjadi kebutuhan masyarakat. Hal ini menurutnya juga sangat terkait dengan kemampuan perusahaan menyediakan infrastruktur bisnis. Inovasi dan ketersediaan infrastruktur tersebut menurut Suryadi akan berdampak pada saluran distribusi dan jumlah user. “Tahun lalu saluran distribusi kami 75.910 titik meningkat 47,4% YoY, sementara jumlah user naik 209% yoy jadi 4,6 juta pengguna,” ujarnya.

Pertumbuhan jumlah saluran distribusi dan pengguna menurutnya mutlak dikejar dalam rangka mengejar pertumbuhan bisnis. Untuk tahun ini MCAS menergetkan jumlah saluran distribusi mencapai 90 ribu hingga 100 ribu titik. Adapun jumlah user ditargetkan mencapai 5,5 juta hingga 6 juta.

Tidak Bagi Dividen

Manajemen perusahaan yang terafiliasi dengan PT Kresna Graha Investama Tbk tersebut (KREN) mengaku tengah menyiapkan sejumlah inovasi baru untuk menggenjot pertumbuhan core bisnis. Selain itu program kemitraan dan kerjasama dengan pihak lain juga terus dijajaki. Terkait berbagai rencana strategis termasuk pengembangan infrastruktur di tahun 2019, MCAS memutuskan untuk tidak membagikan dividen terhadap perolehan laba bersih tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 228 miliar. Keputusan penggunaan laba bersih tersebut telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar hari ini.

Sementara kebutuhan belanja modal di tahun 2019 menurut Suryadi mencapai Rp 120 miliar. Kebutuhan dana tersebut bersumber dari kas internal termasuk dan yang diperoleh saat initial public offering yang saat ini masih tersisa sebesar Rp 46 miliar dari total dana IPO yang diperoleh sebesar Rp 300 miliar saat aksi korporasi tersebut dilakukan pada November 2017 lalu. Hingga kuartal I-2019, manajemen MCAS menyampaikan bahwa dana belanja modal yang telah digunakan mencapai Rp 26 miliar. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading M Cash Integrasi Bidik Pendapatan Rp 8 Triliun. Please share...!

Back To Top