Merangsang Pertumbuhan Pariwisata Lewat Trisakti Tourism Awards

Sapta Nirwandar (dua dari kanan) bersama Ayu Dyah Pasha, berbincang mengenai ajang Trisakti Tourism Award, di Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Puncak penghargaan tersebut akan digelar pada 27-29 Juni 2019 di Jakarta Convention Center


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pertama kalinya, Trisakti Tourism Awards digelar untuk merangsang kemajuan sektor pariwisata di daerah-daerah di Indonesia. Ajang kompetisi ini bertujuan mendorong pemerintah daerah memajukan sektor pariwisata di daerah dan mengapreasiasi pemerintah kota dan pemerintah daerah yang berprestasi dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.

Dikatakan salah satu juri, Sapta Nirwandar, Trisakti Tourism Award terdiri dari lima kategori penilaian, yakni wisata bahari, ekowisata, wisata petualang, wisata warisan budaya dan sejarah, serta wisata belanja dan kuliner. “Puncak acaranya masih nanti tanggal 27-29 Juni 2019, dan akan dihadiri oleh petinggi negara,” kata Sapta.

Ditambahkan Wiryanti Sukamdani, Ketua Yayasan Kusuma Pertiwi sekaligus penggagas ajang tersebut, bahwa targetnya adalah mengajak 200 pemerintah kabupaten/kota untuk ikut. Dan ajang ini dibuka sejak awal Mei hingga 31 Mei 2019. "Pariwisata dinilai mampu mendukung pilar ekonomi negara. Pariwisata bisa mempererat kerukunan bangsa dengan saling berkunjung dan selanjutnya bisa meningkatkan persahabatan antar-bangsa. Pada akhirnya, hal tersebut bisa meningkatkan rasa cinta Tanah Air,” kata Yanti.

Ditegaskan, kekayaan alam Indonesia tak hanya melulu soal sumber daya, tetapi juga potensi pariwisata. Dan potensi tersebut belakangan mulai digarap serius oleh pemerintah daerah sebagai sumber retribusi yang menjanjikan. Sementara pariwisata, sambung Sapta, juga bisa membangun ekonomi kerakyatan dengan menstimulasi ekonomi daerah, lokal, dan desa. Sudah terbukti, jika pariwisata berkembang di satu negara maka pendapatan negara dari devisa, pajak, dan retribusi, serta menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat.

Sementara di bidang budaya, pariwisata bisa membantu mengkonservasi budaya yang diawali dengan mengenalkan budaya setempat kepada sesama anak bangsa dan warga asing. Di sisi lain, pariwisata juga bisa meningkatkan wisata kreatif berdasarkan budaya, seperti herbal, jamu, wellness, dan musik tradisional. "Para dewan juri yang terlibat sangat independen dan ahli di bidangnya. Salah satunya Sapta Nirwandar, mantan wakil menteri pariwisata di era Menparekraf Marie Elka," ujar Yanti.

Saat puncak acara yang akan dilaksanakan di Jakarta, akan digelar pula Destinasi Indonesia Expo. Ajang tersebut diharapkan bisa memperkenalkan destinasi wisata di Indonesia kepada masyarakat umum lewat pameran destinasi unggulan sampai industri pendukungnya seperti suvenir, oleh-oleh, hingga kuliner. (sd)
Labels: Travel

Thanks for reading Merangsang Pertumbuhan Pariwisata Lewat Trisakti Tourism Awards. Please share...!

Back To Top