Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Paling Lambat 18 Mei

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti (dua dari kanan) memberi keterangan kepada media terkait tarif batas atas tiket pesawat, di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Menteri Perhubungan (Menhub) telah menandatangani Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, Rabu (15/5/2019) malam.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti, menyampaikan, penurunan TBA ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2019. "Penurunan Tarif Batas Atas sebanyak 12 persen hingga 16 persen. Tentu saja, tetap mengedepankan faktor-faktor substansial seperti keselamatan keamanan, dan juga On Time Performance (OTP) tetap menjadi prioritas," kata Polana Banguningsih, di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Terkait pemberlakukan tarif sesuai KM 106 tahun 2019 tersebut, Polana menambahkan, Badan Usaha Angkutan Niaga Berjadwal harus segera melakukan penyesuaian paling lambat dua hari sejak tetapkan keputusan menteri ini, atau tanggal 18 Mei 2019. Keputusan baru ini juga akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan dan sewaktu waktu apabila terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara. "Ketentuan ini berlaku untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang terdiri dari tiga kelas pelayanan, yaitu full services, medium services, dan low cost carrier atau LCC. Ketentuan ini juga hanya untuk pesawat sejenis jet," jelas Polana.

Polana juga berharap agar masyarakat dapat memahami bahwa harga tiket itu bersifat fluktuatif. Terkait penentuan dasar tarif menurutnya tidak hanya dipengaruhi oleh single factor tapi multi factor, di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi, harga avtur dan Iain-Iain. Beberapa komponen ini juga sangat dipengaruhi oleh kurs dolar terhadap rupiah. "Perlu juga dipahami bahwa harga tiket yang dibeli masyarakat adalah TBA ditambahkan dengan ppn, iuran wajib Jasaraharja, PSC, dan Tuslah apabila memang ada," tandas Polana. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Penurunan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Paling Lambat 18 Mei. Please share...!

Back To Top