Strategi Bertahan Telkomsel Hingga 24 Tahun

Telkomsel komitmen untuk melanjutkan transformasi perusahaan menjadi digital telco company yang siap mengakselerasi negeri dengan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Di usia 24 tahun pada tahun ini, Telkomsel menegaskan komitmen untuk melanjutkan transformasi perusahaan menjadi digital telco company yang siap mengakselerasi negeri dengan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia. Mengambil tema Terus Bergerak Maju, HUT ke-24 Telkomsel yang jatuh pada 26 Mei, perseroan optimistis dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di industri telekomunikasi untuk terus menjadi pemimpin di industri dan memberikan kontribusi positif bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, menyampaikan, pihaknya melayani ratusan juta pengguna layanan selular melalui jaringan serta ragam produk dan layanan digital. "Hal ini mendorong kami untuk terus mewujudkan komitmen dalam menyediakan solusi terbaik bagi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air,” kata pria yang baru ditunjuk menjadi Dirut Telkom ini.

Hingga saat ini Telkomsel telah melayani 168 juta pelanggan dan menggelar infrastruktur jaringan lebih dari 197.000 BTS yang menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi Indonesia, termasuk pelanggan di pelosok negeri hingga ke daerah perbatasan. Telkomsel juga menggelar lebih 147.000 BTS broadband (3G/4G) dari total BTS tersebut. 4G LTE Telkomsel sendiri telah menjangkau lebih dari 500 Ibu Kota/Kabupaten dimana 97% telah menjangkau Ibu Kota Kecamatan, sehingga 93% populasi di Indonesia telah terlayani 4G LTE Telkomsel.

Pada Kuartal I/ 2019 Telkomsel telah menambah lebih dari 8.000 BTS dengan menggunakan teknologi mutakhir Massive MIMO untuk menyediakan jaringan 4.9G di Indonesia. Selain itu, berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital dan berinvestasi dalam mengimplementasikan roadmap teknologi mobile broadband untuk menghadirkann pengalaman digital, termasuk teknologi 5G. Telkomsel merupakan operator pertama yang menghadirkan pengalaman 5G di Indonesia, melalui 5G Experience di kompleks Gelora Bung Karno, selama perhelatan Asian Games 2018. Strategi Telkomsel dalam mengembangkan Bisnis Digital yang meliputi Layanan Data dan Layanan Digital, ditandai dengan meningkatnya kontribusi bisnis digital pada pendapatan Telkomsel menjadi 61,4% dari tahun sebelumnya sebesar 48% YoY.

Pendapatan dari Layanan Data sendiri meningkat sebesar 29,7% YoY dengan peningkatan data payload sebesar 56,6% YoY. Sedangkan Layanan Digital juga menguat dengan pertumbuhan sebesar 28,6% YoY dan terbukti telah menjadi pilar utama transformasi Telkomsel dari telco companymenjadi digital telco company. "Hasil yang terlihat dari performa bisnis Telkomsel telah sejalan dengan upaya transformasi kami baik dari segi bisnis maupun organisasi. Kami berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan berbasis digital bagi pelanggan yang tersebar di berbagai kota hingga pelosok terpencil wilayah Indonesia,” jelas Ririek.

Komitmen Telkomsel dalam menyediakan layanan digital  dilakukan dengan memperluas portofolio Layanan Digital seperti Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Advertising, Digital Banking, Big Data dan Internet of Things(IoT), serta terus mendorong berbagai inovasi digital dengan menyediakan platform yang berfokus pada pengembangan startup seperti The NextDev, Telkomsel Innovation Center (TINC) dan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI). Hal tersebut juga menjadi fondasi utama untuk mengakselerasi perkembangan ekosistem digital untuk mewujudkan Indonesia Digital. "Telkomsel berupaya memaksimalkan sumber daya alam terbatas yaitu frekuensi, dengan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan dan industri telekomunikasi nasional. Sehingga Telkomsel dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi negara yang optimal baik dari pajak," ujarnya.

Industri telekomunikasi seluler di Indonesia saat ini sangat dinamis dengan berbagai tantangan seperti pergeseran yang sangat cepat di industri telekomunikasi khususnya transisi dari layanan Legacy ke Data, serta kompetisi yang ketat, dan regulasi registrasi kartu prabayar. Namun Telkomsel percaya keseluruhan bisnis industri telekomunikasi di Indonesia akan menuju kondisi yang lebih sehat dan lebih rasional. Dan memasuki 24 tahun usianya, layanan Mobile Security dari Telkomsel myBusiness berhasil meraih penghargaan di ajang Telecom Asia Awards 2019dalam kategori “Most Innovative Approach to Mobile Security”. Penghargaan ini sekaligus menjadi penghargaan internasional regional se-Asia pertama untuk B2B (business to business) Telkomsel di tahun 2019.

General Manager External Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan penghargaan untuk layanan Mobile Security dari Telkomsel myBusiness ini membuktikan bahwa Telkomsel selalu mengedepankan inovasi untuk memberikan layanan yang berkualitas bagi para pelanggan, termasuk pelanggan enterprise.

Mobile Security merupakan layanan dari Telkomsel myBusiness yang berguna untuk memberikan proteksi pada ABCDE (application, browser, content, device, dan email) perusahaan. Layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan keamanan yang telah menjadi prioritas bisnis bagi pelanggan enterpriseseiring dengan berkembangnya trend BYOD (bring your own device), maupun penyebaran data yang masif di kawasan kerja. Layanan Mobile Security memberikan solusi inovatif sehingga korporasi dapat memanfaatkan teknologi digital untuk aktivitas bisnis namun tetap mengutamakan keamanan perusahaan. Selain meraih penghargaan tersebut, Telkomsel  juga berhasil masuk dalam nominasi Top 3 Finalist di kategori “Most Innovative Customer Service Technology”, dan “Most Innovative IoT Project” pada ajang Telecom Asia Awards 2019. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Strategi Bertahan Telkomsel Hingga 24 Tahun. Please share...!

Back To Top