Tiga Jurus Molindo Kejar Laba

Direktur Utama Madusari Murni Indah, Adikin Basirun (tengah)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Madusari Murni Indah Tbk (Molindo), perusahaan ethanol yang memiliki kapasitas 80 juta liter per tahun, menetapkan tiga target kerja dalam menggenjot laba perusahaan. Target tersebut adalah mengembangkan bisnis ekspor etanol secara regional, meningkatkan kapasitas secara bertahap, dan memasang Unit Distilasi 2 di Lawang, Malang untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas.

“Saat ini kapasitas terpasang perusahaan mencapai 80 juta liter per tahun. Untuk menjaga kinerja perseroan di tahun ini, maka kapasitasnya akan dinaikkan menjadi 100 juta liter,” ujar Donny Winarno, Direktur PT Madusari Murni Indah Tbk, usai public expose di Jakarta.

Donny mengaku bahwa meski Molindo sudah puluhan tahun bergelut di industry ethanol, namun pihaknya harus terus berinovasi dengan memperkuat Research & Development. Pasar ethanol sendiri sudah tercipta sejak puluhan tahun, karena itu perlu diperluas terus pasarnya. "Kami sudah bekerja sama dengan pabrik tinta cetak untuk menggantikan bahan kimia lainnya dengan ethanol yang diproduksi PT Madusari Murni Indah Tbk. Tahun lalu produksi dikirim ke lima negara dan 2019 kami akan tambah negara tujuan ekspornya. Komposisi ekspor dan domestik sekitar 35% untuk pasar ekspor dan sisanya terserap di dalam negeri yang didominasi F&B dan kosmetik,” jelas Donny.

Sementara itu, Direktur Utama Madusari Murni Indah, Adikin Basirun, menambahkan, sejak tahun 2018 permintaan ethanol sudah meningkat, sehingga pihaknya memutuskan untuk segera menambah kapasitas produksi. “Kami membangun unit distilasi (penyulingan) dua untuk meningkatkan kapasitas sekaligus meningkatkan kualitas,” ujarnya. Dengan membangun unit distilasi tersebut, manajemen berharap mampu menjaga serta meningkatkan produksi, mereka membangun distilasi persis di sebelah pabrik yang berada di Lawang, Malang.

Adikin memaparkan, berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2018 (audited), laba sebelum pajak Grup Molindo tercatat Rp129,12 miliar atau tumbuh 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya."Kinerja keuangan PT Madusari Murni Indah Tbk. per Desember 2018 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Net Profit after Tax (NPAT) 7,90% dari sebelumnya 7,74%, Earning Before Income Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) 14,70% menjadi 16,31%, Gross Proft Margin naik dari 32,33% menjadi 35,8%. Sedangkan Current Ratio menunjukkan peningkatan 2,39% dari sebelumnya 2,14%," lanjutnya.

Hasil RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Henny Rustanto, Komisaris, Adikin Basirun, Komisaris Independen, Arief Goenadibrata, Direktur Utama dan Yonky Saputra Sim, Direktur Independen terhitung efektif sejak ditutupnya RUPSLB. RUPSLB juga menyetujui penunjukan Rodolfo C Balmater, Komisaris Independen yang baru, Adikin Basirun, Direktur Utama perseroan yang baru, serta Jose G Tan sebagai direktur yang baru. Mereka terhitung efektif sejak ditutupnya RUPSLB di mana masa jabatannya akan mengikuti masa jabatan dari anggota Direksi dan dewan Komisaris lainnya.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris, yaitu Sandojo Rustanto sebagai Komisaris Utama, Indra Winarno (Komisaris), Handojo Rustanto (Komisaris), Irene Rustanto (Komisaris), I Nyoman Darma (Komisaris Independen), dan Rodolfo C Balmater (Komisaris Independen). Sedangkan jajaran direksi ditempati oleh Adikin Basirun sebagai Direktur Utama, Donny Winarno (direktur), dan Jose G Tan (direktur). (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tiga Jurus Molindo Kejar Laba. Please share...!

Back To Top