Bima Sakti Incar Dana IPO Rp63 Miliar untuk Ekspansi

Bima Sakti akan menggunakan sebagian besardana hasil IPO untuk belanja modal


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (Bima Sakti), berencana melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 625 juta saham baru kepada publik, dengan total target nilai penawaran saham minimal Rp63 miliar. Jumlah 625 juta lembar saham biasa tersebut setara dengan 20% dari total saham biasa ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Perseroan dikenal sebagai perusahaan properti real estate, baik milik sendiri maupun disewakan untuk ruang usaha dan pengelolaan gedung. Perseroan mengelola mall dan gedung yang berlokasi di Pekanbaru, Riau.

Pendapatan usaha Bima Sakti tahun 2018 tercatat Rp75,2 miliar yang terdiri dari segmen penyewaan ruang usaha sebesar Rp 34,6 miliar dan segmen pengelolaan gedung Rp 40,6 miliar. Sedangkan laba usaha serta laba bersih berturut- turut Rp 342 miliar dan Rp 319 miliar. Kontribusi terbesar dari laba usaha dan laba bersih terutama dikarenakan penghasilan dari perubahan nilai wajar properti investasi. Manajemen Bima Sakti akan menggunakan sebagian besardana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure) berupa pembelian lahan, penambahan dan perbaikan fasilitas gedung guna meningkatkan pelayanan dan experience yang lebih baik bagi tenant maupun pengunjung mall. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja (working capital).

“Perseroan mengharapkan, dengan adanya penambahan dan perbaikan fasilitas gedung dapat meningkatkan pertumbuhan pengunjung mall yang rata-rata tahun 2018 sebanyak 9 juta pengunjung. Hal ini diharapkan akan meningkatkan occupancy rate dari mall yang kami kelola,” ujar Leonardus Sutarman, Direktur PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. di sela paparan publik di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Bertindak selaku PenjaminPelaksana Emisi Efek untuk IPO ini adalah PT Danatama Makmur. Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, melakukan paparan uji tuntas (due diligence meeting) dan paparan publik (public expose) pada hari ini, yang merupakan tahap awal dari pelaksanaan penawaran awal (bookbuilding) dalam proses IPO ini. Masa bookbuilding direncanakan berlangsung sejak tanggal 20 Mei hingga tanggal 13 Juni 2019, dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Juli 2019.

Sutarman mengungkapkan, Bima Sakti mengelola mal dengan trademark Mal Pekan baru dan gedung yang berlokasi di jantung kota Pekanbaru, yaitu di Jalan Jendral Sudirman No. 123. Mal Pekanbaru mulai beroperasi sejak tahun 2003, dengan total luas lahan sebesar 12.171 m2 dan luas bangunan sebesar 55.244 m2. Dengan luas net leasable area sebesar 21.514 m2, saat ini total area yang sudah tersewa adalah seluas19.541 m2 yang terdiri dari 208 kios. Sedangkan sisanya seluas 1.973 m2 yang terdiri dari106 kios,sebagian dapat disewakan untuk digunakan sebagai foodcourt pada tahun 2019 dansisanya ditargetkan dapat disewakan kepada pihak ketiga.

Selain terletak di jantung kota Pekanbaru, sehingga mudah diakses dengan menggunakan kendaraan umum, Mal Pekanbaru juga dikelilingi pusat perkantoran baik pemerintah maupun swasta serta hotel berbintang. Mal ini merupakan satu-satunya pusat perbelanjaan di Pekanbaru yang tersambung langsung dengan Hotel berbintang 5 , yakni Hotel Grand Jatra. Produk andalannya ada di Gadget Center terbesar dan terlengkap yang menjual produk-produk gadget baru&second serta aksesorisnya baik secara eceran maupun grosir. Pun, mal ini memiliki tenant-tenant butik fashion, terdiri dari busana muslim dan modern fashion.

Perseroan juga memiliki sebuah gedung bertingkat yang terletak di sebelah Mal Pekanbaru. Gedung ini terdiri dari 8 lantai dan memiliki 201 ruangan. Gedungyang mulai beroperasi sejak tahun 2005, dengan luas bangunan sebesar 17.407 m2, saat ini disewakan kepada PT Jatra Mandiri Indonesia. Gedung tersebut dioperasikan sebagai hotel dengan nama Hotel Grand Jatra, yang terletak berdampingan dengan Mal Pekanbarudan tersambung langsung dengan mal. Hotel Grand Jatra memiliki 201 kamar yang terdiri dari tipe Superior sebanyak 85 kamar, Deluxe sebanyak 96 kamar, Junior Suite sebanyak 8 kamar serta Executive 12 kamar. Selain itu, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolamrenang, gym, spa, lounge area, laundry, club, meeting room, ballroom dan restoran.

Selain penyewaan ruang usaha, perseroan juga memberikan jasa pengelolaan gedung melalui kegiatan persiapan semua fasilitas untuk operasional gedung baik untuk tenant maupun untuk area umum seperti penyaluran listrik, penyedian fasilitas genset, air dan fasilitas lainnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Bima Sakti Incar Dana IPO Rp63 Miliar untuk Ekspansi. Please share...!

Back To Top