First Media Lebih Agresif di Era Digital

First Media mengalami kenaikan pertumbuhan 20% revenue dari tahun 2017-2018. Sementara hingga akhir tahun ini, First Media menargetkan kenaikan revenue sebesar 50% dari tahun sebelumnya


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Berdasarkan riset yang dikeluarkan IDG, pembiayaan untuk layanan ICT tahun ini mencapai Rp465 triliun, meningkat 5% dari tahun lalu. Separuh dari biaya ini digunakan untuk pembelian hardware. PT First Media Tbk. melihat perkembangan tersebut sebagai pasar yang sangat besar dan siap mengawal korporasi untuk pindah ke era digital. Sejauh ini, First Media telah memiliki 2.400 corporate client yang berkecimpung di industri finansial, hospitality, manufaktur, media, hingga institusi pemerintah. Untuk diketahui, First Media mengalami kenaikan pertumbuhan 20% revenue dari tahun 2017-2018. Sementara hingga akhir tahun ini, First Media menargetkan kenaikan revenue sebesar 50% dari tahun sebelumnya.

Untuk mencapai target di tahun ini, ada beberapa rencana yang akan dilakukan. Yaitu diversifikasi produk di mana First Media akan lebih fokus di Data Center dan ICT. Selain itu, memperluas cakupan First Media ke 5 kota yaitu Semarang, Solo, Cilegon, Bali untuk pengguna internet residential, dan Serang. Kemudian, First Media akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memperluas cakupan kota. Dalam hal pemasaran, perusahaan ini optimistis akan menorehkan branding yang kuat untuk corporate customer serta lebih agresif branding di media sosial. Tidak hanya fokus di pelanggan korporasi, First Media juga memberikan porsi yang seimbang untuk pelanggan residential.

Agung Satya Wiguna, Enterprise Sales Director First Media, mengungkapkan, sebuah perusahaan dikatakan telah memasuki era digital ketika ada fungsi yang mengalami digitalisasi, seperti customer service dan marketing.

Marlo, CEO First Media, menambahkan, perusahaannya menyediakan end to end solution yang sangat tepat untuk korporasi mengembangkan bisnisnya. Sejauh ini, First Media telah memilihki 2,35 juta homepass dan terus berinovasi dan mempelajari teknologi dari perusahaan serupa di luar negeri agar dapat memenuhi kebutuhan konektivitas masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, Marlo pun meyakini Cloud Services merupakan solusi teranyar untuk memangkas capital expenditure. “Dengan adanya Cloud, investasi untuk server dan hardware lainnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain,” paparnya. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading First Media Lebih Agresif di Era Digital. Please share...!

Back To Top