Literasi Keuangan UMKM Faktor Penting Tekan Angka Kemiskinan

Acara Peluncuran Program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak 2019 di Jakarta, (23/7/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Indeks kemiskinan Indonesia dianggap masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga. Salah satu faktor penyebabnya adalah literasi keuangan yang masih lemah. Hal itu disampaikan oleh Ricky Satria, Deputy Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) pada acara Peluncuran Program Literasi Keuangan #IbuBerbagiBijak 2019 di Jakarta, (23/7/2019).

Menurutnya, pendekatan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kebijakan vital untuk membantu meningkatkan ekonomi nasional, Pasalnya, sektor tersebut menyumbang 62% terhadap Gross Domestic Product di Indonesia. "Berdasarkan data kami, UMKM butuh dana Rp 2 triliun. Hanya 30% dari kebutuhan tersebut terpenuhi oleh negara. Sisanya didapatkan dari bantuan keuangan nonformal," ujar Ricky.

Ricky menyebutkan, nyatanya usaha kecil memberikan dampak pada inflasi. Untuk itu, BI mau tak mau mendirikan departemen khusus UMKM. Pihaknya berusaha untuk mengubah pendekatan marketing mereka melalui teknologi, seperti sosial media atau e-commerce. Setelah sudah stabil, mereka butuh bantuan keuangan yang saat ini tidak hanya bisa didapatkan dari bank, tapi juga dari pemain nonbank (fintech). "Namun, tetap butuh semacam analisa perkembangan UMKM memahami bidang finansial. Penting untuk mengetahui berapa banyak butuh pinjaman, bukan berapa mau. Selain itu juga memahami persyaratan dan lain-lain," tampah Ricky.

Sondang Martha Samosir, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga mengingatkan kepada para pelaku usaha untuk hanya menggunakan jasa fintech yang telah terdaftar di OJK. "Dalam memilih pinjaman, perlu dilihat legalitasnya dan apakah suku bunganya wajar?," ujar Sondang.

Melalui kesamaan visi, yakni inklusi keuangan, BI dan OJK mendukung program yang baru diluncurkan oleh PT Visa Worldwide Indonesia (Visa Indonesia), yakni Literasi Keuangan #IbuBerbagaiBijak, yang bertujuan untuk menjangkau perempuan pelaku UMKM. Program yang hadir sejak 2017 ini telah menjangkau lebih dari 300 ribu perempuan di Indonesia. Program ini akan menedukasi pelaku UMKM perempuan untuk dorong inklusi keuangan, utamanya komunitas yang masih belum punya akses ke layanan perbankan. "Kami meyakini bahwa mereka adalah salah satu pihak yang dapat berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di masa mendatang," ujar Riko Abdurrahman, Presien Direktur Visa Indonesia.

Ia menambahkan, pertumbuhan wirausaha perempuan sangat menjanjikan dan membanggakan, dan pihaknya ingin membekali para pelaku UMKM perempuan dengan manajemen keuangan yang lebih baik untuk perluas bisnis. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Literasi Keuangan UMKM Faktor Penting Tekan Angka Kemiskinan. Please share...!

Back To Top