Sun Life Ajak Generasi Muda Investasi Kesehatan

PT Sun Life Financial Indonesia mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk menerapkan investasi kesehatan, serta memperkenalkan figur publik sekaligus penggiat kesehatan Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, sebagai duta dari kampanye 'Live Healthier Lives' di Jakarta, Kamis (11/7/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes) 2017, sekitar 70 persen kematian dini di Indonesia disebabkan penyakit tidak menular. Untuk mencegah hal itu terjadi, penting sekali untuk membekali diri dengan investasi kesehatan, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Elin Waty, mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Indonesia akan mencapai bonus demografi pada 2030 mendatang sebuah kondisi langka, ketika jumlah penduduk berusia produktif akan mendominasi, bahkan mencapai 64 persen dari total populasi tanah air. "Jika didukung kualitas masyarakat yang baik, bonus demografi ini akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi bangsa. Namun di sisi lain, jika kualitas masyarakatnya kurang baik, generasi ini justru akan menjadi beban baru bagi negara," ungkap Elin di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Sebagai generasi penerus sekaligus motor penggerak bangsa, kata Elin, generasi muda Indonesia perlu membekali diri dengan investasi kesehatan yang baik. Bukan hanya dari segi fisik maupun mental, kesehatan finansial pun memiliki peran krusial dalam membangun generasi yang berkualitas dan produktif. "Bukan perkara mudah, jika melihat ancaman kesehatan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak bisa dianggap sepele," tegasnya.

Elin mengatakan, hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baru 27 persen masyarakat usia produktif yang memiliki tabungan masa depan. Sedangkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 7 persen. "Kondisi ini memicu Sun Life untuk kembali mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan kesehatan mereka sejak dini, melalui kampanye kesehatan Live Healthier Lives,” paparnya.

Lebih lanjut, Elin menambahkan, sebuah studi berjudul Healthy, Wealthy and Wise: Retirement Planning Predicts Employee Health Improvements menemukan, orang-orang yang memiliki perencanaan keuangan dan mempersiapkan masa tua, cenderung mengambil langkah hidup sehat untuk menjaga kesehatan fisik mereka. "Artinya, ketika seseorang memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki masa depan yang baik, dan akan mempersiapkan kebutuhan dasar berupa kesehatan fisik serta finansial, dengan lebih matang," tandas Elin.

Sementara itu, psikolog Roslina Verauli mengatakan, sejumlah data dalam buku Psychology Applied to Modern Life Adjustment in the 215t Century menyebutkan, masalah finansial merupakan chronic stressor (sumber stres yang berkepanjangan). "Kondisi stres, akan mempengaruhi sistem fisiologis, dimana tubuh menghasilkan dua jenis hormon, yaitu catecholamines dan corticosteroids, yang menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang mudah sakit. Semakin lama stres berlangsung, kemampuan tubuh untuk bertahan terhadap stres akan menurun hingga tubuh kelelahan dan kolaps,” ucap Verauli.

Verauli mengingatkan, sangat penting bagi masyarakat khususnya generasi produktif untuk dapat mengelola kondisi finansialnya agar terbebas dari chronic stressor yang mengganggu kesehatan tubuh. "Sebagai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi, kesehatan fisik dan finansial penting bagi generasi produktif agar mampu menampilkan potensi diri terbaik mereka," jelas Verauli. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Sun Life Ajak Generasi Muda Investasi Kesehatan. Please share...!

Back To Top