Grey Cortex Deteksi Dini Anomali Lalu Lintas Jaringan

Chief Technology Officer (CTO) Greycortex Vladimir Sedlacek memberikan penjelasan kepada wartawan di ajang Prosperita CISO Forum 2019, Rabu (31/7/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Banyak kasus pencurian data besar terjadi karena celah keamanan yang rentan dalam lalu lintas jaringan internet. Padahal semua perilaku berbahaya, penyimpangan, aktivitas berisiko di jaringan kini sudah bisa dideteksi sejak dini. Banyak perusahaan sudah mengadopsi Greycortex untuk teknologi keamanan jaringan.

Chief Technology Officer (CTO) Greycortex Vladimir Sedlacek menjelaskan Greycortex sebagai analis lalu lintas jaringan tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi ancaman dikenal dan tidak dikenal ke jaringan. Greycortex juga mampu memvisualisasikan setiap perangkat terhubung yang berada dalam jaringan tersebut. "Greycortex menawarkan kepada pemerintah, perusahaan, dan pengguna infrastruktur canggih untuk mendeteksi ancaman dan total visibilitas sehingga menutup celah keamanan yang ditinggalkan oleh alat keamanan jaringan umum seperti SIEM, firewall, dan solusi endpoint lainnya,” paparnya.

Dikatakan, Greycotex ibarat mata siber yang melihat segalanya. Hal ini dimungkinkan karena ada fitur MENDEL sudah menggunakan kecerdasan buatan canggih dan pembelajaran mesin. Keistimewaan itu didukung database daftar hitam lebih dari 100.000 alamat IP dan lebih dari 45.000 deteksi signature aktif dalam 40 kategori yang terus diperbarui.

Database Greycortex ini juga berisi data berbagai virus, malware, RAT, Trojan, dan ransomware, termasuk alamat situs-situs berbahaya. Berkat kolaborasi itu, pengawasan jaringan dapat dilakukan dengan efektif dan pengamanan jaringan berjalan komprehensif. "Jika ada perilaku di jaringan, pasti ada polanya. Anomalinya akan kelihatan, apalagi jika itu malware. Greycortex melengkapi kesenjangan-kesenjangan yang ada selama ini dari sisi keamanan. Umumnya orang hanya fokus di end point, server  (peladen) dan sebagainya. Tapi kami ambil bagian di jaringan, dan mendeteksi setiap permasalahan yang terjadi,” tambah IT Security Consultant PT Prosperita- ESET Indonesia, Yudhi Kukuh.

Mendeteksi

Menurut Yudhi, semua perilaku berbahaya dan berisiko akan meninggalkan petunjuk pada jaringan. Alhasil dengan merekam metadata jaringan dari waktu ke waktu dan menerapkan pembelajaran mesin canggih, analisis lalu lintas jaringan dapat mendeteksi hingga penyimpangan terkecil dari setiap perilaku. "Sistem peringatannya ada, secara dashboard akan muncul warna merah dan itu harus ada tindakan. Lalu mungkin juga dilakukan firewall. Tapi kita bisa picu juga blocking. Itu memungkinkan. Secara keamanan, tidak semua harus otomatis, kadang diperlukan juga tindakan manual. Soalnya keputusan untuk melakukan blocking itu, peran manusia tetap penting, walaupun kecerdasan buatan digunakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Marketing Director PT Prosperita- ESET Indonesia Chrissie Maryanto menambahkan sebagai solusi keamanan, ESET sudah jauh berkembang dan tidak hanya melayani kelas Small Medium Business (SMB). ESET juga membawa Greycortex untuk melengkapi solusi di kelas enterprise. Selain Greycortex, Sejumlah produk ESET juga ditujukan untuk kelas enterprise.

“Jika dianalogikan seperti jalan tol, kita kenal dari yang Jabotabek sampai jalan tol baru Merak -Surabaya. Semua kepadatan lalu lintas jalan tol itu tentu bisa dihitung dan dimonitor, bahkan termasuk mungkin per ruasnya. Greycortex bisa menghitung besaran lalu lintas di sana berapa? Misalnya, 1GB, berarti sebesar itu kebutuhan perusahaan untuk deteksi dan monitoring jaringan,” paparnya. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Grey Cortex Deteksi Dini Anomali Lalu Lintas Jaringan. Please share...!

Back To Top