Inilah 5 Startup Rintisan Multi Inti Digital Bisnis

(Ki-Ka) Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah bersama CEO MDB Subhan Novianda


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Pesatnya perkembangan teknologi melahirkan peluang-peluang bisnis baru berbasis teknologi. Hal inilah yang menginspirasi PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) sebagai perusahaan digital terus bergerak mengembangkan ekosistem digital melalui MDB Innovation Center.

Melalui MDB Innovation Center yang baru diresmikan oleh Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah bersama CEO MDB Subhan Novianda, diharapkan dapat meningkatkan daya saing global Indonesia di era Industri 4.0. MDB Innovation Center sebagai wadah bagi para milenial untuk beraktivitas dengan didukung atmosfir yang baik. Tujuannya agar ide-ide kreatif bisa muncul yang didorong dengan semangat inovasi. "Ini sesuai dengan filosofi perusahaan, yaitu purpose driven innovation, di mana inovasi yang dikeluarkan didorong oleh azas manfaat dan memberikan dampak sosial positif yang bisa diraih melalui inovasi," kata Subhan.

Tedy menambahkan, melalui MDB, MIS Group akan memiliki 5 startup digital seperti Capsule Bus, Privilege, Digital Logistics, coopRASI, dan e-Recycle. Lanjut Tedy Capsule Bus misalnya, sudah diujicoba awal Agustus lalu di Jambi. Bila sudah berjalan, dari pilot project ini, akan mudah dikembangkan dengan cara duplikasi untuk beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. "Capsule bus akan semakin membuat masyarakat lebih nyaman dalam menggunakan sarana transportasi umum, sehingga bus berbasis aplikasi menjadi solusi bagi Jakarta dan kota-kota besar lainnya," tegas Tedy.

Kehadiran Capsule Bus akan memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum. Karena dengan men-download aplikasi Capsule Bus, calon pengguna jasa ini bisa mengetahui posisi dan jam keberangkatan Capsule Bus tersebut. Bahkan untuk pembayaran pun dilakukan secara nontunai dengan e-money yang telah bekerja sama. Rencananya, peluncuran Capsule Bus untuk pertama kalinya akan dilakukan Oktober nanti di Jambi. Menurut Subhan, untuk tahap pertama akan menyediakan 10 unit bus, dan hingga akhir tahun ditargetkan sekitar 100 unit bus.

Privilege, diakui Subhan sudah mencatat sukses dengan Pracico Privilege sebagai membership card KSP Pracico berbasis aplikasi digital, terus dikembangkan. Bila versi pertama Pracico Privilege menyediakan kemudahan berupa free entry di Executive Lounge di Indonesia dan Singapura, MDB tengah bersiap meluncurkan Pracico Privilege versi kedua berupa free hotel voucher yang bisa digunakan untuk 8 chain management hotel yang tersebar di seluruh dunia. Sedangkan Digital Logistics, sudah mulai beroperasi sejak Mei 2019. Startup ini membidik segmen B2B dengan menawarkan platform logistik untuk perusahaan yang ingin melakukan pengiriman barang ke seluruh Indonesia. Saat ini MDB sudah melayani sejumlah pelanggan antara lain subsidiary perusahaan penerbangan, FMCG, dan perusahaan logistik.

coopRASI adalah salah satu produk teknologi yang dikhususkan untuk koperasi. Harapannya coopRASI dapat menjadi solusi dari permasalahan koperasi yang saat ini memiliki banyaknya keterbatasan. Semua alur pembukuan koperasi akan terintegrasi dengan baik menggunakan aplikasi coopRASI.

E-Recycle, merupakan Digital Waste Management untuk membantu pemerintah dalam permasalahan sampah plastik. Caranya dengan mendownload aplikasi, nantinya sampah plastik yang terkumpul bisa dijual melalui mobile application. Rencananya sampah plastik akan diproses di processing plant untuk dicacah menjadi flake atau cacahan plastik yang bisa diolah menjadi biji plastik. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Inilah 5 Startup Rintisan Multi Inti Digital Bisnis. Please share...!

Back To Top