Pakuwon Group Genjot Penjualan Hunian Tapak di Grand Pakuwon

Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi (tengah) bersama Head of Marketing Pakuwon Group Hario Utomo, General Manager Finance Pakuwon Group Fenny Loisa, Sales and Marketing Manager Grand Pakuwon R Juan saat pembukan Grand Pakuwon New Road Celebration di Surabaya, Jumat (30/8/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Pakuwon Jati Tbk atau Pakuwon Group, menggenjot penjualan hunian tapak di proyek Grand Pakuwon di kawasan Surabaya barat.

"Klaster rumah tapak baru telah kami siapkan untuk launching penjualan dengan program Grand Pakuwon New Road Celebration hingga 1 September besok," kata Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Group di sela kegiatan Grand Pakuwon New Road Celebration di Surabaya, Jumat (30/8/2019).

Sutandi menyatakan, pada semester II tahun pasar properti lebih bergairah karena banyak faktor yang mendorong konsumen untuk membeli produk properti. Secara global, kondisi ekonomi yang masih bergejolak memberi peluang produk Indonesia menjadi pilihan, termasuk produk properti. Kemudian, secara nasional, banyak kebijakan seperti kelonggaran kredit KPR, suku bunga rendah, dan pembebasan pajak barang mewah untuk beberapa jenis produk properti dengan harga tertentu serta lainnya juga memberi angin segar bagi konsumen properti. Sedangkan, secara lokal, pembangunan infrastruktur, terutama pelebaran jalan box culvert di depan proyek Grand Pakuwon oleh Pemkot Surabaya akan menambah nilai lebih hunian tapak yang dikembangkan di proyek tersebut. "Banyaknya stimulus tersebut akan menjadi pendorong bagi penjualan klaster rumah tapak baru yang kami kembangkan, yaitu klaster Brisbane di Grand Pakuwon,” ungkapnya.

Menurut Sutandi, klaster Brisbane dikembangkan bagi masyarakat yang tengah mencari rumah premium dengan kualitas terbaik dan fasilitas lengkap. Selain mewah, rumah dua lantai ini juga memiliki fasilitas private club house. "Menariknya, kita langsung membangun secara serentak 100 unit rumah di klater ini, sehingga pembeli langsung bisa menempati, plus adanya promo mulai harga perdana, cash back, hingga hadiah smartphone," jelas Sutandi.

Dengan dikerjakannya proyek infrastruktur box culvert hingga di depan pintu gerbang Grand Pakuwon oleh Pemkot Surabaya, ke depannya jalan utama Grand Pakuwon akan menjadi 4 lajur. Dan membuat akses menjadi lebih cepat dan mudah, dimana hanya membutuhkan waktu 5 menit ke tol menuju Bandara Juanda atau akses tol lainnya, 15 menit ke Pakuwon Mall dan 25 menit ke pusat kota, Tunjungan Plaza. "Pembangunan infrastruktur ini secara langsung akan mempercepat pertumbuhan perekonomian di Surabaya barat dan sekaligus akan memberi nilai lebih pada klaster rumah tapak baru yang kami kembangkan,” ungkap Sutandi.

Lebih jauh, Sutandi menjelaskan sejalan dengan pembangunan infrastruktur oleh Pemkot Surabaya, selain klaster baru hunian tapak rumah, Pakuwon Group juga menyiapkan sejumlah fasilitas di proyek Grand Pakuwon untuk lebih memberikan keyakinan bagi masyarakat dan calon pembeli akan nilai investasi di proyek tersebut. Fasilitas tersebut antara lain adalah Food Junction 3 seluas 6 hektare yang merupakan pusat kuliner, wahana permainan dan belanja serta cinema dan fasilitas life style lainnya. Dalam waktu dekat juga akan dibangun tiga sekolah yakni sekolah National Plus seperti SGS, Gloria, Sampoerna School, dan akan ada dua sekolah lagi yang menyusul.

Sementara fasilitas yang dihadirkan untuk penghuni di Grand Pakuwon adalah private club house seluas 5.000 meter persegi (m2) yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti swimming pool, thematic children play ground, multifunction room, sunset deck, gym, multi sport center dan sebagainya. "Ke depan kami juga akan membangun area komersial di atas lahan seluas 39 hektare, dimana di dalamnya akan dibangun superblok, mulai mal seluas 100.000 meter persegi, hunian vertikal, dan sebagainya,” terang Sutandi.

Sales and Marketing Manager Grand Pakuwon, R Juan, menjelaskan, rumah tapak sebanyak 100 unit yang dikembangkan memiliki ukuran tanah mulai 7 x 16 meter persegi dan ukuran terbesar 18 x 18 meter persegi. Dijual dengan harga mulai Rp 2,7 miliar hingga Rp 7,8 miliar per unit. "Sudah ada beberapa yang terjual, tapi khusus empat hari kedepan, ada banyak promo menarik bagi konsumen yang tertarik di klaster ini ataupun beberapa produk lain yang ada di Grand Pakuwon ini," ungkap Juan.

Sementara itu, General Manager Finance Pakuwon Group, Fenny Loisa menambahkan, di tengah kecenderungan lesunya pasar properti setahun terakhir, kinerja Pakuwon Group justru masih positif di semester I tahun 2019. Hal ini terlihat dari laba perseroan yang masih tumbuh 37 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Pertumbuhan pendapatan terlihat dari recurring income perseroan yang mampu berkontribusi sebesar 51 persen dari total pendapatan," ujar Fenny.

Sejauh ini penjualan rumah, high rise masih mendominasi sebesar 75 persen. "Dengan banyaknya opportunity di semester dua ini dan sejumlah produk baru yang cukup diminati konsumen, kami optimistis target pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun di tahun ini bisa tercapai," kata Fenny. (pr)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pakuwon Group Genjot Penjualan Hunian Tapak di Grand Pakuwon. Please share...!

Back To Top