PGN Siap Ekspansi Pasar Yogyakarta

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyosialisasikan pemanfaatan dan layanan gas bumi dalam ajang Festival Mocosik di Jogja Expo Center, Jumat (23/82019)


YOGYAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sub-holding gas bumi di Indonesia, menyasar Yogyakarta sebagai pasar potensial karena memiliki penduduk yang banyak dan industri wisata yang berkembang.

Marketing Komunikasi PT PGN Tbk Mahesa Krishna, saat ini di Yogyakarta baru satu perusahaan kuliner yang menggunakan jasa PGN. Namun ke depannya, jika kebutuhan akan energi bertumbuh, maka gas menjadi cara untuk terbaik untuk memberi layanan kepada masyarakat. Yogyakarta dinilai menjadi pasar potensial karena jumlah penduduk yang cukup besar, di samping jumlah hotel dan industrinya yang berkembang pesat, sekaligus menyandang predikat sebagai kota wisata. Karena itu, kebutuhan energi di Yogyakarta tentu cukup banyak. Untuk itu, PT PGN masih melakukan peninjauan dan melihat potensi yang sedang bertumbuh. "Tapi sekarang kita masih melihat potensinya dulu seperti apa," ujar Mahesa dalam gelar wicara bertema 'Gas Bumi untuk Kehidupan' Jumat (23/8/2019) siang di Jogja Expo Center.

Di samping itu, kehadiran payung hukum yang jelas juga turut membantu pihaknya bergerak lebih cepat dan dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan jaringan dan perencanaan energi di Yogyakarta. "Saat ini memang telah ada pemakaian yang menggunakan produk dari PGN yakni Bakpia Tugu Jogja. Industri kuliner itu telah menggunakan produk PGN sejak 2016 lalu,” terang Mahesa.

Sementara, Perwakilan dari Bakpia Tugu Jogja, Ari Maryono mengklaim bahwa, sejak beralih menggunakan produk PGN terdapat perbedaan penggunaan energi yang cukup besar. "Selain dari segi efisiensi dalam penyaluran, penggunaan PGN diklaimnya juga bisa menghemat biaya produksi. Lewat penggunaan PGN kita hanya membayar apa yang dikeluarkan dari pipa, jadi apa yang benar-benar riil kita pakai," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, saat ini memang belum terdapat aturan mengenai penggunaan gas untuk kawasan perumahan maupun industri. Namun lewat pertemuan itu, pihaknya berencana akan melakukan nota kesepahaman dalam pemanfaatan jaringan gas PGN. Namun penyediaan dan penyaluran suplai gas di beberapa tempat dan bisa menjangkau masyakarat perlu dilakukan. "Apalagi masyarakat diuntungkan dengan adanya ketersediaan energi ini, tentu juga suatu hal yang tidak mungkin kita berikan aturan tersebut," jawan Haryadi Suyuti.

Ditambahkan pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi, PGN bisa dimudahkan untuk membangun jaringan gas ke berbagai wilayah karena pembangunannya akan ditanggung lewat APBN, sehingga akan bisa menyasar ke sejumlah rumah tangga. Dengan konsep smart city yang tengah digembar-gemborkan oleh Pemkot Yogyakarta, mestinya layanan yang masuk ke ruang privat bukan saja listrik, telepon dan air, tetapi juga jaringan gas. (ym)
Labels: Migas

Thanks for reading PGN Siap Ekspansi Pasar Yogyakarta. Please share...!

Back To Top