Ratusan Gamers Bertarung di GLP Surabaya

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, bersama Corporate Development Director PT Elektronik Sports Indonesia (ESID Group) Sonny HS dan CEO ESID Group saat pembukaan Gamers Land Party (GLP) di Jatim-Expo, Surabaya, Sabtu (24/8/2019)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Ratusan pecinta dan pemain gim di Jawa Timur (Jatim) bertemu dan mengadu ketangkasan di ajang olah raga elektronik atau esport, Games Land Party (GLP), yang digelar oleh PT Electronic Sports Indonesia (ESID) di Jatim-Expo, Surabaya.

Direktur Pengembangan Bisnis ESID, Christian Suryadi, mengatakan GLP di Surabaya bukan sekedar turnamen atau kompetisi. Pasalnya, pengunjung akan disuguhi berbagai kegiatan, mulai gaming competition, costplay party, techno update hingga meet and greet dengan beberapa costplayer dan tim-tim esport Indonesia yang memiliki prestasi dunia. "Di Jakarta turnamen esport telah beberapa kali diadakan, sementara potensi esport juga ada di mana-mana. Salah satunya Surabaya. Gelaran GLP ini seiring dengan visi ESID untuk membangun ekosistem gamers di Indonesia," kata Christian.

Creative Director ESID, Gisma Priayudha Assyidiq, menambahkan, Surabaya merupakan gudang pemain gim terbesar kedua di Indonesia. "Surabaya telah banyak melahirkan pro-player yang ada di Jakarta. Ini yang menjadi alasan GLP digelar di Surabaya," kata Gisma Priayudha Assyidiq.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan esport merupakan bagian dari olahraga atau bagian dari prestasi yang dipertandingkan di Asean Games dan Sea Games. "Inilah alasan mengapa pemerintah mendukung perkembangan esport di Indonesia. Tak hanya di Asean Games atau Sea Games, tetapi juga suatu saat nanti bisa di Olimpiade. Harapannya, gamers kita nanti bisa berprestasi dan meraih medali," kata Rudiantara saat membuka ajang GLP Surabaya, Sabtu (24/8/2019)

Selain itu, lanjut Rudiantara, dengan memainkan berbagai gim dari luar sekarang, para pemain gim di Indonesia nanti diharapkan akan bisa memainkan dan mengembangkan gim buatan Indonesia. "Kita berharap para gamers di Indonesia menjadi profesional, yang hidupnya fokus pada gim dan mampu membuat program serta aplikasi gim. Sehingga, gim lokal akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Terlebih, potensi ekonomi digital ini cukup besar. Sekarang ini di Indonesia ada 50 juta gamers dan bisnis gim di Indonesia nilainya  tahun ini di atas US$ 1 miliar," kata Rudiantara. (pr)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Ratusan Gamers Bertarung di GLP Surabaya. Please share...!

Back To Top