Jelang Hari Batik Nasional, Yayasan Batik Gelar Pameran Batik Murah di Jakarta dan Solo

Ketua Bekraf Triawan Munaf (tengah), Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Jultin Ginandjar Kartasasmita (dua kiri), ketua panitia Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Diana Santosa (empat kiri), dan Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum (kanan) berbincang menyambut Hari Batik Nasional 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Jelang perayaan Hari Batik Nasional ke-10 yang jatuh pada 2 Oktober 2019 mendatang, Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Kementerian Perindustrian dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menggelar kegiatan bertema Membatik untuk Negeri. Kegiatan berupa pameran batik tulis dan cap dengan harga terjangkau di Jakarta dan Solo pada 24-27 September 2019 mendatang.

“Di Jakarta, pameran akan digelar di Plaza Kementerian Perindustrian pada 24-27 September 2019. Pameran akan menghadirkan batik tulis dan cap atau kombinasi dengan harga terjangkau masyarakat,” ungkap Ketua panitia Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Diana Santosa, saat jumpa pers persiapan perayaan Hari Batik Nasional 2019 yang digelar Yayasan Batik Indonesia di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Pameran akan dimeriahkan oleh peragaan busana batik karya perancang yang dibawakan oleh istri Duta Besar dari 15 negara. Diantaranya istri Dubes Thailand, Myanmar, Swedia, dan lain-lain. Selain itu akan diadakan peluncuran buku Batik Indonesia, E-book Batik Indonesia, dan juga website Yayasan Batik Indonesia sehingga pengetahuan dan sisi edukatif mengenai batik dapat lebih diterima oleh masyarakat umum.

Sementara itu, di kesempatan sama, Ketua Bekraf Triawan Munaf mengatakan Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan batik tulis, batik cap, atau kombinasi keduanya. Hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada perajin batik nasional dan mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat. “Kita terus mempromosikan batik dan mendorong masyarakat menggunakan batik. Sayangnya saat ini banyak tekstil import bermotif batik. Itu bukan batik, tetapi tekstil. Ini sangat memukul industri batik Nasional. Pakailah batik tulis atau cap, bukan tektil bermotif batik,” tegas Ketua Bekraf Triawan Munaf.

Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum menegaskan bahwa standar nasional batik yang dikeluarkan pemerintah Indonesia adalah batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi tulis dan cap. Kalau tekstil bermotif batik, itu bukan batik. Sayangnya, dalam Permendag no 64/2017, pemerintah belum mengatur soal tekstil bermotif batik. “Mungkin ke depan perlu dibuat peraturan yang baru untuk melindungi batik nasional,” kata Ratna yang menargetkan ekspor batik 2019 naik dari tahun 2018 yang mencapai US$52,4 juta.

Mendukung hal tersebut, ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginandjar Kartasasmita mengatakan Yayasan Batik terus melakukan pembinaan dan bantuan kepada perajin batik. “Bekerja sama dengan sejumlah pihak, kami melakukan pembinaan dan pelatihan, misalnya motif dan warna apa sajakah yang disukai pasar. Kami juga memberikan bantuan modal bergulir kepada perajin batik di pelosok-pelosok daerah,” kata Jultin. (ym)
Labels: Gaya Hidup

Thanks for reading Jelang Hari Batik Nasional, Yayasan Batik Gelar Pameran Batik Murah di Jakarta dan Solo. Please share...!

Back To Top