Kemnaker Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Vokasi

Seminar nasional Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju Pada RPJMN 2020-2024 yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), di Jakarta, 20 September 2019


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja di Indonesia, salah satu fokus yang saat ini dijalankan pemerintah adalah mengembangkan pelatihan dan pendidikan vokasi. Materi yang diberikan juga lebih disesuaikan dengan tren saat ini dan juga tren ke depan untuk mengatasi persoalan mismatch antara dunia kerja dengan kebutuhan pasar.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Tenaga Kerja, Bambang Satrio Lelono, menyampaikan, saat ini pemerintah telah membentuk Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVK) dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi hal yang penting dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang unggul. Karenanya, KPVN yang dibentuk ini juga melibatkan asosiasi industri seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

"Kementerian Ketenagakerjaan memiliki strategi pelatihan vokasi, yaitu penguatan mutu dan akses pelatihan. Penguatan mutu kita lakukan melalui penyesuaian program-program pelatihan dengan kebutuhan yang akan datang. Kita juga bersinergi dengan industri karena yang paling tahu kebetuhan tenaga kerja di industri adalah mereka. Makanya, kita membentuk Komite Pelatihan Vokasi Nasional yang keanggotaannya juga berasal dari Kadin dan Apindo," kata Bambang Satrio Lelono, di acara seminar nasional Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju Pada RPJMN 2020-2024, di gedung Lembaga ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Pemerintah, menurut Bambang, juga sudah memiliki grand design pelatihan vokasi nasional dengan menggunakan pendekatan kebutuhan tenaga kerja dari prioritas pembangunan nasional, mulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 14 Kawasan Industri Strategis di luar Jawa, proyek 35.000 megawatt (MW), tol laut, hingga kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). "Untuk membangun SDM siap kerja, kita membangun yang dinamakan triple skilling, yaitu skilling, upskilling dan reskilling. Untuk skilling berarti kita mendorong dan memfasilitasi para angkatan kerja untuk berpartisipasi dalam program pelatihan vokasi. Upskilling yaitu meningkatkan keterampilan dari tenaga kerja yang sudah ada, kemudian reskilling agar para tenaga kerja ini juga bisa bekerja di sektor-sektor lain," terang Bambang. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kemnaker Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Melalui Pelatihan Vokasi. Please share...!

Back To Top