Minim, Kesadaran Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Gigi

Sebanyak 600 terapis gigi dan mulut yang tergabung dalam DPP Persatuan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) ikut serta dalam bakti sosial  dan jalan sehat bersama di area car free day(CFD) di Jakarta, Minggu (1/9/2019)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Sebanyak 600 terapis gigi dan mulut yang tergabung dalam DPP Persatuan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) ikut serta dalam bakti sosial dan jalan sehat bersama di kawasan car free day (CFD) Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Ketua DPP PTGMI, Epi Nopiah mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan edukasi ke masyarakat tentang kebersihan gigi dan mulut. "Pasalnya, masih sangat minim kesadaran masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan atau check-up gigi. Kebanyakan melakukannya setelah mengalami sakit,” kata Epi Nopiah.

Berdasarkan Riskesdas, kata Epi, persentase masyarakat yang menyikat gigi yang benar saja masih rendah. Selain itu, pengetahuan tentang waktu yang tepat untuk menyikat gigi, juga masih rendah. Padahal, waktu menyikat gigi yang benar adalah dua kali, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur. "Jadi kalau ditanya kapan sikat gigi? Dua kali. Sayangnya, dua kali itu kebanyakan waktu mandi. Sebetulnya itu salah. Sikat gigi yang benar setelah makan pagi dan menjelang tidur," terang Epi.

Epi menambahkan, pihaknya juga mengedukasi ke masyarakat tentang pentingnya pengobatan gigi ke dokter gigi atau tenaga terapis gigi dan mulut untuk mendapatkan konseling pemeliharan kesehatan gigi. "Sebabnya, masih banyak masyarakat yang ketika sakit gigi malah mengobati sendiri. Padahal, itu bisa berbahaya. Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi,” tandas Epi. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading Minim, Kesadaran Masyarakat Lakukan Pemeriksaan Gigi. Please share...!

Back To Top