OJK dan Narada Asset Dorong Literasi Keuangan bagi Perempuan

(Ki-Ka) Deputi Direktur OJK Bidang Edukasi Jalius, CMO Narada Asset Management N Anie Puspitasari, dan Perwakilan TP PKK Jakarta Timur dalam acara sosilisasi literasi keuangan


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng perusahaan Manajemen Investasi (MI), PT Narada Asset Management (NAM) untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya bagi para ibu dan perempuan melalui acara Ibu Cerdas Keuangan 2019 yang menyasar kader PKK dari tingkat Kotamadya sampai ke tingkat Rukun Warga (RW) di Jakarta Timur. Langkah ini penting mengingat pemahaman dan akses keuangan di kalangan perempuan Indonesia masih rendah.

Deputi Direktur Edukasi OJK, Jalius yang hadir dalam acara itu mengatakan langkah NAM memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat sejalan dengan tugas OJK. “Ini wujud nyata partisipasi industri jasa keuangan dalam edukasi keuangan dan sejalan langkah strategis OJK yang selama ini terus terarah dan berkesinambungan memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan kepada komunitas-komunitas di Indonesia," tutur Jalius Jumat (6/9/2019).

Menurut survei nasional OJK di tahun 2016 tingkat literasi dan inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5 persen dan 66,2 persen, lebih rendah dibandingkan laki-laki di angka 33,2 persen dan 69,6 persen. OJK memiliki target meningkatkan tingkat inklusi keuangan hingga 75 persen pada akhir 2019.

Chief Marketing Officer (CMO) Narada Asset Management, N. Anie Puspitasari, yang juga menjadi salah satu pembicara utama dalam pelatihan tersebut, menyatakan bahwa program yang diinisiasi Narada adalah program berkesinambungan yang akan terus didorong NAM dalam rangka mendukung upaya OJK mencetak ibu-ibu yang melek dan cerdas keuangan. “Program ini jangka panjang. Peranan perempuan penting tidak hanya di tingkat keluarga dan komunitas, tapi juga di sebagai pelaku bisnis, pemimpin perusahaan, hingga ke tingkat perkonomian nasional,” kata Anie Puspitasari.

Sejalan dengan OJK, Anie menambahkan wanita adalah critical economic players yang signifikan kontribusinya untuk perekonomian nasional. Acara yang diadakan di Kantor Wali Kota Jakarta Timur ini melibatkan 950 ketua, perwakilan dan kader PKK dari 10 Kecamatan di Jakarta Timur. Pelatihan dimulai Jumat (6/9/2019) untuk para kader PKK di tingkat kota dan akan dilanjutkan ke kelompok terkecil di tingkat RW. "Diharapkan setelah kelas ini para peserta bisa memperkenalkan dan menerapkan literasi keuangan modern di komunitas-komunitas setempat," kata Anie Puspitasari.

Ketua TP PKK Kotamadya Jakarta Timur, Diah Anwar menuturkan program ini merupakan langkah tepat, karena tersebut sesuai dengan visi PKK DKI Jakarta. “Ibu-ibu itu sangat berperan penting untuk keluarga dan masyarakat. Mulai urus anak, suami, keuangan keluarga, bekerja, hingga berperan di masyarakat dalam PKK. Harapannya, setelah pelatihan ini ibu-ibu bisa langsung menerapkan pelan-pelan ilmu dan bisa memberikan manfaat kepada keluarga dan masyarakat luas,” kata Diah Anwar. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading OJK dan Narada Asset Dorong Literasi Keuangan bagi Perempuan. Please share...!

Back To Top